• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Penyerahan Aset dan Pengelolaan Pasa Ateh Tunggu Persetujuan DPR RI dan Pemerintah Pusat

29 January
22:36 2020
0 Votes (0)

KBRN, Bukittinggi : Proyek pembangunan fisik Pasa Ateh yang dilaksanakan Pemerintah Kota Bukittinggi dengan memanfaatkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), saat ini sudah selesai 100 persen, dan seluruhnya berjalan dengan baik, sesuai dengan perencanaan awal.

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Bukittinggi M. Idris, mengatakan selesai nya pembangunan Pasa Ateh tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat terutama para pedagang, yang sudah sangat menantikan kapan pasar itu kembali dapat difungsikan untuk berdagang.

“Keberadaan Pasa Ateh menjadi sebuah kebanggaan bagi masyarakat, sehingga dapat mengembalikan geliat perekonomian khususnya pedagang, namun untuk penyerahan aset dan pengelolaannya sedang dalam proses dengan pemerintah pusat,” sebutnya, Rabu (29/1/2020).

Menurut M. Idris, Pemko Bukittinggi terus mengupayakan operasioal Pasa Ateh ini dengan target prosesnya hibah dari pemerintah pusat tersebut tidak terlalu lama, karena sebelumnya seluruh persyaratan yang diminta sudah dilengkapi Pemko Bukittinggi.

“Syarat yang diminta pemerintah pusat itu meliputi personel yang akan bertugas mengelola pasar, tenaga keamanan dan petugas kebersihan, yang kemungkinan nantinya dilakukan kerjasama dengan pihak ketiga dalam perekrutan tenaga,” ulasnya.

M. Idris mengakui, penyerahan aset dan pengelolaan pasar yang dibangun dengan dana APBN tersebut mungkin saja memakan waktu, karena tidak hanya berhubungan dengan pemerintah pusat saja, namun perlu juga persetujuan dari DPR RI, karena nilai bangunan Pasa Ateh diatas Rp200 miliar.

"Untuk itu Pemko Bukittinggi berharap pada para pedagang yang akan menempati Pasa Ateh, agar dapat bersabar menunggu untuk menempati toko, karena proses penyerahan aset dan pengelolaannya tidak semudah yang kita perkirakan,” jelasnya.

M. Idris menambahkan, Pasa Ateh dibangun kembali oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada Oktober 2018 dengan menelan biaya Rp292 miliar.

“Sementara itu untuk pemeliharaan Pasa Ateh sebut M. Idris, Pemerintah Kota Bukittinggi sudah menyiapkan dana untuk tahun 2020 ini sebesar Rp5 milliar, yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD),” ungkapnya.

Jelang difungsikan sambung M. Idris, Pemko Bukittinggi sedang melakukan pendaftaran bagi pedagang yang akan menempati pasar baik untuk pedagang pemilik izin resmi, pedagang lapangan bulanan maupun pedagang kaki lima (PKL), dan saat ini juga dilakukan persiapan untuk mengatur penempatan toko oleh pedagang, sesuai jenis barang dagangan yang akan dijual, serta persiapan penting lain yang sedang dalam proses. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00