• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Mahfud MD Kembali Tegaskan Arti Kata "Sampah" yang Ditujukan Terhadap Veronica Koman

13 February
21:27 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Menko Polhukam, Mahfud MD kembali bersuara terkait ucapanya mengenai aktivis kemanusiaan Papua, Veronica Koman. Mahfud, pada Selasa (11/2/2020) telah memberikan respons dari klaim Veronika sudah memberikan sejumlah surat berisi data dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Papua.

Gini loh, kesalahan orang menafsirkan pernyataan saya yang sudah dijelaskan itu. Kalau ada, informasi bahwa Veronica Koman menyerahkan surat kepada presiden (Joko Widodo, red), informasi itu kalau ada, adalah sampah,” kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Veronica memberikan keterangan bahwa pemberian surat itu dilakukan ketika Presiden Joko Widodo bersama sejumlah menteri, termasuk Mahfud melakukan kunjungan kerja ke Australia, pada Minggu (9/2/2020).

Namun, Mahfud kembali memberikan alasan ucapannya tersebut.

“Karena, Veronica tidak bertemu dengan presiden, tidak menyerahkan surat kepada presiden. Tanya saja sama dia (Veronica, red). Kalau ada yang mempertanyakan, itu sampah,” tegas Mahfud.

“Bahwa ada orang orang menyerahkan surat surat kepada presiden, itu bukan sampah. Itu ditampung oleh presiden, tapi tidak dibacakan di situ,” sambung dia.

Saat itu di Australia dikatakannya, banyak orang menyerahkan surat kepada Jokowi.

“Orang berebutan menyerahkan map surat, foto bersama presiden, ada yang mau salaman. Kalau itu, dicatat, seperti biasa,” katanya.

Sementara, melalui akun Twitter @VeronicaKoman dia menyampaikan isi surat yang dikatannya telah diberikan kepada Jokowi. Veronica mengunggah pers rilis, dan dua halaman data mengenai korban tewas, serta tahanan polisi di Papua. Data data itu, diunggah Veronica, pada Senin (10/2/2020).

“Yang sampah itu, Veronica menyerahkan surat kepada presiden. Saya ada di situ, saya tahu wajah Veronica Koman,” kata Mahfud.

Nama Veronica sempat mencuat, ketika Polda Jawa Timur menerbitkan surat DPO, pada (30/9/2019). Saat itu, Veronica aktif menyiarkan informasi kerusuhan di Wamena, Papua hingga pada akhirnya dia dijerat pasal UU ITE.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00