• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Hasil Lab, Beras Diduga Sintetis di Sumenep Negatif

14 February
13:43 2020
0 Votes (0)

KBRN, Sumenep : Dinas Sosial Kabupaten Sumenep akhirnya mempublikasi hasil uji laboratorium mengenai kandungan dalam beras bantuan pangan nom tunai yang diduga sintetis atau beras plastik.

Terdapat tiga laboratorium yang sebelumnya diminta melakukan pengujian, diantaranya PT Saraswanti Indo Genetech Bogor, PT Angler BioChemLab dan UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang dan Lembaga Tembakau Surabaya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep Muhammad Iksan menyatakan, dari hasil uji laboratorium tersebut disimpulkan beras dimaksud layak konsumsi dan tidak terditeksi mengandung plastik.

"Hasil yang kita terima dapat disimpulkan bahwa sampel beras yang kita kirim tanggal 20 (Januari 2020) tidak mengandung pelastik, dan masuk kategori beras premuim," ungkap Muhammad Iksan di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Jumat (14/2/2020).

Atas hasil ini Dinas Sosial juga memerintahkan kepada agen maupun e-warung bisa kembali mendistribuksikan beras yang sebelumnya ditangguhkan atau mengganti dengan beras lain.

"Hasil yang kita sampaikan ini tidak kita kurangi dan lebihkan. Jadi terjawab sudah apa yang menjadi kekhawatiran masyarakat selama ini," imbuhnya kepada awak media.

Ditempat yang sama Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Oscar Stefanus Setjo mengatakan, dalam kasus beras diduga mengandung sintetis sebelumnya telah meminta keterangan sejumlah saksi.

Bahkan kepolisian juga mengirim sampel untuk dikukan uji laboratorium mesti sampai sekarang hasilnya belum keluar.

"Kita juga mengirim sampel untuk dilakukan uji laboratorium. Hasilnya belum keluar. Kalau sudah keluar nanti kita sandingkan dengan hasil yang sudah diterima Dinas Sosial," ucap Oscar Stefanus Setjo. 

Dalam kasus ini pihak kepolisian mempersilahkan pihak yang merasa dirugikan untuk mengajukan laporan jika ingin menempuh jalur hukum.

"Kalau hasilnya sudah pengkap nsnti silahkan pihak yang merasa dirugikan membuat laporan ulang untuk proses hukumnya," pungkasnya. 

Untuk diketahui, beras diduga sintetis pertama kali mencuat atas keluhan salah seorang warga Desa Bajanangger, Kecamatan Arjasa, Kangean pada pertengahan Januari 2020 lalu. Bahkan video yang memperlihatkan hasil olehan beras itu menyebar melalui media sosial.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00