• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Mengatasi Banjir Dengan Biopori

17 February
08:51 2020
0 Votes (0)

KBRN, Bandar Lampung : Salah satu masalah di beberapa kota Indonesia yang tidak disadari adalah ketersediaan air tanah yang semakin menipis.

Hal ini disebabkan oleh banyaknya penduduk yang mengkonsumsi air tanah, namun air yang masuk kembali ke tanah hanya sedikit, dengan banyaknya permukaan tanah yang diaspal serta semakin berkurangnya jumlah tanaman yang membantu mengaliri air masuk ke dalam tanah.

Apabila dibiarkan, bukan hanya kekeringan akan terjadi, namun juga penurunan permukaan tanah dan banjir ketika hujan. Salah satu solusi dari permasalahan tersebut dengan Biopori.

Menurut Asian Cities Climate Change Resilience Network -ACCCRN- dan Mercy Corps Indonesia yang di-release oleh BPTP Lampung, Senin, 17 Februari 2020, lubang resapan biopori merupakan lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke tanah sehingga air hujan akan melalui lubang berdiameter 10-30 cm tersebut untuk diteruskan ke dalam tanah.

Lubang diisi dengan sampah organik yang berfungsi sebagai makanan makhluk hidup dan akar tumbuhan. Makhluk hidup seperti cacing yang masuk ke dalam lubang akan membuat terowongan-terowongan kecil di dalam tanah sehingga air lebih cepat meresap ke dalam tanah.

BACA JUGA: BMKG : Jakarta, Bali, Jawa Barat Berpotensi Hujan Sedang Hingga Lebat Disertai Petir

Pembuatan biopori ini sebaiknya dilakukan pada area terbuka yang akan terkena air hujan. Biopori dapat dibuat di halaman rumah, sekitar pepohonan, sekitar tempat parkir dan tempat terbuka lainnya.

Biopori ini juga harus dirawat secara rutin. Sampah organik yang ditaruh dalam lubang biopori akan terurai selama 2-3 bulan, lalu sampah organik tersebut harus diambil lagi dan diganti dengan sampah baru.

Sampah organik yang telah terurai dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos. Selain itu, pastikan juga lubang biopori di permukaan tetap terbuka agar air mudah mengalir ke lubang. 

Sekarang giliran Anda untuk turut membuat biopori di lingkungan masing-masing agar semakin ramah lingkungan dan bisa terhindar dari bahaya banjir maupun penurunan tanah.

Oleh : Irma Nur Dewi/Penyiar RRI PRO1 Bandar Lampung

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00