• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pilkada 2020

Masih Ada Waktu, Yurgen Memilih Mundur dari Jalur Independen Pilkada Depok

20 February
10:49 2020
0 Votes (0)

KBRN, Depok: Pasangan Bakal Calon (Balon) Walikota dan Wakil Walikota di Pilkada Depok 2020, Yurgen Sutarno-Reza Zaki menyatakan mundur atau menghentikan pencalonan mereka dari jalur independen, pada Kamis (20/02/2020).

Alasannya, karena belum memenuhi persyaratan minimal pada pasal 41 ayat 2 UU Nomor 10 Tahun 2016 yang mengharuskan balon perseorangan mengumpulkan dukungan 6.5 persen dari jumlah DPT Kota Depok atau sebesar 85.107 dukungan.

"Sampai batas 23 Februari 2020 kayaknya ngga sanggup tercapai target itu. Jadi kami putuskan mundur teratur," kata Yurgen dalam keterangan Pers nya, Kamis (20/2/2020).

Sebab, hingga kini, balon Yurgen-Zaki hanya berhasil mengumpulkan sebanyak 69.037 foto copy KTP dan formulir dukungan per 18 Februari 2020 dari warga Depok. Untuk bertarung dalam pilkada September mendatang.

"Setelah bergerak selama lebih dari 3 bulan dan terdiri dari 426 relawan di 11 kecamatan dan 46 kurahan, se Kota Depok, cuman terkumpul 69.037 an dukungan. Ngga ke kejar," ujarnya.

Disaat yang sama, Yurgen mengatakan setelah mundur dari jalur independen, dengan modal dukungan 69.037 dukungan warga Depok pihaknya akan melanjutkan perjuangan melalui jalur partai politik.

"Kami membuka diri kepada seluruh partai politik untuk bersama-sama membangun Kota Depok kearah yang lebih baik," ungkapnya.

Menurutnya, Depok memerlukan gagasan baru untuk menangani persoalan pendidikan, kesehatan, kemacetan lalu lintas, pengangguran, pengelolaan sampah, transparansi anggaran dan masalah lainnya.

"Kita tidak menunggu lagi. Kami mengajak seluruh warga untuk #BenerinDepok2020!," ucapnya.

Terpisah, Ketua KPU Kota Depok Nana Shobarna mengatakan, sebelum menyatakan resmi mundur dari jalur independen, balon Yurgen-Zaki, tidak pernah update dukungan yang berhasil di kumpulkan ke pihak KPU. Bahkan Nana pernah meminta pasangan balon generasi milenial itu untuk menunjukkan foto berkas dukungan mereka ke KPU sebagai insurance, pun tidak pernah diberikan.

"Kami pernah nanya, ke Yurgen udah sampai dimana dukungannya. Mereka ngga terbuka, trus kami minta fotoin aja berkas dukungan, buat kami untuk bukti aja kalau mereka masih on play. Kan kelihatan dari dukungan yang mereka peroleh udah berapa banyak. Itu pun ngga dikasih, ya kita ngga maksa sih," ujar Nana kepada RRI beberapa waktu lalu di kantor KPU Kota Depok.

Alasan, pihaknya minta foto dukungan itu dari balon independen tersebut, sebab hingga minggu kedua Februari 2020. Balon independen tersebut belum melakukan input satu pun dukungan ke website berkas dukungan independen KPU.

"Katanya udah sekian puluh ribu dukungan yang berhasil di kumpulkan. Tapi ko belum input satu pun datanya ke KPU. Ya kami minta di foto aja lah dulu berkasnya, biar kami ada rasa tenang bahwa balon independen ini benar-benar masih fokus nyari dukunga, tapi foto pun ngga ngasih?," ungkap Nana

  • Tentang Penulis

    Rido Lingga, S.Kom

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: lin99a@gmail.com

  • Tentang Editor

    Mosita Dwi Septiasputri

    Mositadwis@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00