• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Gubernur Khofifah Pamer 'Majapahit' kepada Peserta Latpimnas

25 February
19:25 2020
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, 'pamerkan' Majapahit kepada para peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (Latpimnas) Tingkat II Angkatan II, Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2020.

Majapahit yang dimaksud mantan Menteri Sosial ini, adalah Jawa Timur. Dimana ini adalah pertama kalinya, Latpimnas dibuka di gedung Negara Grahadi, Surabaya. Selain tempat, pesan Majapahit yang disampaikan Khofifah adalah They Have to Open Mind.

"Karena mereka adalah Pemimpin Bangsa, bukan hanya sebagai Kepala Dinas atau Kepala OPD di Kabupaten Kotanya masing-masing," ujarnya, Selasa (25/2/2020).

Baca juga : Puluhan Peserta Ikuti Latpimnas 2020, Ini Pesan Gubernur Khofifah

Baca juga : Gubernur Khofifah Dikukuhkan Sebagai Warga Kehormatan Sedulur Sikep Samin

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menyebut, mereka adalah Pemimpin Bangsa. Kalau merasa satu kesatuan, maka penugasan dimanapun mereka, pada posisi apapun, tetap harus dalam satu nafas, yakni nafas Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Nah harapan kita, mereka melihat Grahadi, mereka melihat Mojopahit," harapnya.

Selain itu, di Jatim, mereka melihat bahwa dari bumi Mojopahit inilah merah putih itu dikenalkan, kemudian dikibarkan, dan akhirnya kemudian menjadi bendera nasional. Kemudian dari bumi Mojopahit inilah Bhinneka Tunggal Ika dikenalkan, akhirnya kemudian diadopsi secara nasional.

"Posisi-posisi itu kan banyak yang sudah terlupakan. Sejarah bagaimana lahirnya merah putih, bagaimana lahirnya Bhineka Tunggal Ika," tambahnya.

60orang peserta Latpimnas ini datang dari berbagai Propinsi, serta Kabupaten Kota luar Propinsi Jatim, serta Instansi pusat. Oleh karena itu, tambah Khofifah, menjadi penting me-remind memori mereka ada bumi Majapahit dan itu sentralnya ada di Jawa Timur.

"Mari kita bangun lahir batin merah putih, lahir batin Bhinneka Tunggal Ika, semua memiliki kompetensi yang tinggi, wong mereka sudah pejabat, tetapi di luar dari kompetensi dan posisi strategis itu bagaimana mereka menjadi Indonesia lahir batin," tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00