• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Dorong Kuliner Otentik Khas Daerah, Puluhan Emak-emak UMKM Ikuti Pelatihan Madhang Solo

25 February
19:46 2020
0 Votes (0)

KBRN, Solo : Puluhan ibu-ibu pelaku UMKM Kuliner di kota Solo mengikuti pelatihan dan pendampingan pengembangan usaha Program Madhang Solo di ruang Balai Tawangarum Balaikota Surakarta, Selasa, (25/2/2020).

PIC Program Madhang Surakarta Adinindyah menjelaskan program tersebut merupakan hasil kerjasama antara, Business & Export Development Organization (BEDO), Dinas Koperasi dan UMKM Surakarta,Sampoerna Untuk Indonesia, serta  Madhang, untuk mengangkat potensi UMKM Kuliner khas kota Solo, dengan harapan dapat berdampak pada pengembangan pariwisata.

"Ini memang program yang di inisiasi BEDO, dengan madhang, Sampoerna Untuk Indonesia untuk mengangkat UMKM di Kota Solo, Khususnya di Bidang Kuliner Otentik Khas Solo," ungkap Adinindyah kepada RRI di sela Pelatihan. 

Dikatakan Adinindyah, selama ini, banyak pelaku UMKM dengan resep kuliner khas daerah kurang memiliki wawasan dalam mengembangkan bisnis diera digital saat ini, sehingga tertinggal dengan kuliner kekinian, padahal kuliner khas memiliki potensi untuk dikembangkan hingga dapat menarik para konsumen.

"Ya utamanya memang kami ingin resep-resep itu tidak hilang, kan banyak yang resep jaman dulu, yang orang sebenernya nyari tapi karena itu resep lama, kadang mereka tidak maju dalam urusan pemasaran, kemudian tidak nyambung dengan teknologi, kadang tertinggal," bebernya.

Untuk itu, lanjut Adinindyah melalui program pelatihan Madhang Surakata, dapat memantik pelaku UMKM untuk melebarkan sayap bisnis hingga tingkat nasional.

"Ya kita harap bisa mengangkat para UMKM ini bisa yang dulunya hanya tingkat daerah, bisa jadi nasional," katanya.

Adinindyah mengungkapkan dalam tahap pertama program madhang, para pelaku UMKM diseleksi menjadi 30 peserta sesuia dengan kriteria produk usaha kuliner khas solo, kemudian dilakukan pendampingan secara intens untuk kembali disaring menjadi 15 peserta dan 5 besar tebaik.

"Hari ini nanti kita akan kita pilih 30 UMKM, di bulan berikunya start minggu depan, kemudian akan kami pilih dikerucutkan menjadi 15 yang memiliki potensi paling besar, dari 15 itu akan kita krucutkan lagi, sebelum memilih sampek 5 terbesar," terangnya.

Nantinya, dalam proses pendampingan, para peserta bakal diberikan materi pengelolaan usaha dari, proses produksi, tingkat kebersihan tempat usaha, hingga pemasaran, bahkan dalam segi pengembangan resep makanan, panitia juga bekerjasama dengan 2 chef nasional sebagai pendamping.

"Tidak hanya marketingnya saja, karena dalam pendampingan kita mengupas semuanya mulai dari kebersihan tempat usaha, sampek ,perhitungan biaya produksinya itu nanti, kita juga undang Chef Nasional seperti bu Siska," bebernya. 

Lanjut Adinindyah, di akhir program akan dilakukan festival kuliner sebagai media promosi para pelaku umkm binaan program Madhang Surakata.

"Nanti di akhir kita adakan Festival, tapi kita barengkan dengan acara dari pemerintah kota Solo," jelasnya.

Selain itu Bagi para pelaku umkm tersebut juga akan masuk dalam membership Bedo selama satu tahun untuk wadah sharing pengalaman antar pengusaha.

"Biasanya selesai program kita ikutkan peserta ini jadi member BEDO, isinya para pengusaha semua, bisa saling sharing pengalaman membuka usaha," tandasnya.  

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00