• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Banjir Jakarta, Pakar Tata Kota: Ada Air yang Mengantri

25 February
21:42 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pengamat tata kota, Yayat Supriatna menyebut, persoalan banjir di Jakarta adalah persoalan sistem pembuangan dari badan jalan menuju gorong-gorong yang terlalu kecil.

"Pekerjaan trotoar ada tali air yang standarnya terlalu kecil dia. Jadi tali air itu ukurannya paralon. Saya tidak tau apa ukurannya apakah 8 inci atau 10 inci. Jadi betul-betul dalam konteks sekarang itu dalam ukuran kecil dengan instensitas volume air yang besar," jelas Yayat pada Pro3 RRI Selasa (25/2/2020).

Sehingga kata Yayat muncul istilah air yang mengantri. Sehingga, air yang seharusnya masuk ke gorong-gorong menyebar ke kawasan lain yang lebih rendah.

"Maka muncul istilah air yag mengantri, kalau terlalu lama mengantri, maka masuklah ke halaman rumah orang, ke rumah tetangga. Contohnya di Cikini Raya, itu airnya sampai masuk stasiun lho," ujarnya.

Sekaran tambah Yayat, yang menjadi pertanyaan, bagaimana tali air itu menjadi kecil dalam proses pengerjaan trotoarnya. Dia menilai hal itu terjadi karean kurannya koordinasi antara pihak Bina Marga dengan pihak SDA.

"Saya sudah melihat, bahkan saya sudah sempat menyampaikan ke kepala SDA. Pekerjaan ini kan oleh Bina Marga, kan bukan SDA. Pekerjaan di lapangan apakah mereka tahu berapa besar gorong-gorong yang dibuat, masuk sampah ga. Ini ada persoalan ketika membangun trotoar, minimal di bawah sudah beres persoalan gorong-gorong, tidak ada lagi persoalan tali air. Sebab maslahnya sekarang intensitas hujan sangat tinggi," pungkasnya. (Foto : Ant)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00