• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Sembilan PDP Meninggal di Depok, Warga Minta Informasi Covid-19 Transparan

26 March
12:39 2020
0 Votes (0)

KBRN, Depok: Pasca di umumkannya, kasus kematian pertama yang disebabkan oleh positif virus Corona di Kota Depok pada, Rabu (25/03/2020). Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Disease (Covid-19) Kota Depok juga mengumumkan jumlah kematian terhadap pasien dengan pengawasa (PDP) yang terjadi di Kota Depok.

Juru Bicara Covid-19 Centre Kota Depok Dadang Wihana menyebutkan ada 9 orang dengan status PDP meninggal dunia di Kota Depok. Ke sembilan orang PDP tersebut meninggal dunia dalam kurun waktu sepekan yakni dari tanggal 18-25 Maret 2020.

"Berkenaan dengan banyaknya permintaan agar jumlah kasus PDP meninggal disampaikan kepada publik, hari ini kami sampaikan bahwa jumlah PDP yang meninggal di Kota Depok dari tanggal 18 Maret sampai dengan 25 Maret 2020 sebanyak 9 orang," kata Dadang saat di konfirmasi RRI, Kamis (26/03/2020).

Dadang menegaskan jika status PDP belum dinyatakan bahwa pasien tersebut positif atau negatif, karena harus menunggu hasil pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction) yang datanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Centre) Kementerian Kesehatan RI.

Ketika ditanya, kalau memang mereka (9 PDP) yang meninggal belum diketahui positif atau negatid, lalu kenapa mereka setelah meninhgal segera dimakamkan dan menggunakan pemulasaraan layaknya positif Covid-19? Dadang pun tak bisa berkomentar.

Salah satu misteri kematian PDP di RS Mitra Keluarga, Kota Depok, inisial RML yang meninggal pada,Rabu (18/03) pukul 22:00 WIB, sebelum hasil laboratorium keluar. Pada waktu itu tidak ada keterangan resmi dari Gugus Tugas Kota Depok apakah korban positif atau negatif, namun korban dimakamkan malam itu juga.

Hal yang sama terjadi pada warga, Cilodong, Kota Depok berinisial AW (40) yang meninggal dunia pada Rabu 25 Maret 2020 dengan status PDP. Saat dimakamkan jenazah korban PDP itu dimakamkan menggunakan standard pemulasaraan positif Covid-19 World Health Organization (WHO).

Dan masih banyak kasus PDP lainnya di Kota Depok yang meninggal dunia, saat hasil laboratorium nya belum keluar. Namun tidak ada informasi update lebih lanjut mengenai hasil lab 9 orang PDP tersebut hingga kini.

Ferdy warga Pancoranmas, Kota Depok menuntut keterbukaan informasi kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok. Dengan keterbukaan informasi ini diharapakan dapat lebih meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya dan ancaman yang sedang dihadapi.

Sehingga masyarakat tidak lagi terkesan setengah hati dalam mematuhi himbauan pemerintah mengenai social distancing maupun physical distancing.

"Sebaiknya Pemkot Depok terbuka. Tujuannya bukan untuk menakut-nakuti tetapi lebih kepada menyadarkan masyarakat akan bahaya yang mengintai jika kita mengabaikan himbauan Jaga Jarak dan Jaga Kontak Fisik tersebut," keluh Ferdy.

Baca Juga: Satu Warga Depok Meninggal Karena Covid-19, Libur Sekolah Diperpanjang

Sementara itu data pasien positif Covid-19, PDP dan ODP terus bertambah setiap harinya di Kota Depok.

Saat ini terdapat 19 positif Covid-19, 14 orang masih dalam perawaran, 4 orang sembuh dan 1 orang meninggal dunia.

PDP sebanyak 173 orang, selesai 13 orang, masih dalam pengawasan 160 orang. ODP sebanyak 568 orang, selesai 187 orang, masih dalam pemantauan 381 orang. (RL)

  • Tentang Penulis

    Rido Lingga, S.Kom

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: lin99a@gmail.com

  • Tentang Editor

    Tsalisa Nur Aini

    Tsalisa 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00