• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Wapres Sarankan Warga Tunda Mudik Lebaran

26 March
14:58 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Wabah virus Corona baru (COVID-19) yang terjadi saat ini tidak hanya menimbulkan permasalahan di sektor kesehatan, tapi juga sektor sosial di masyarakat. Sebab, sebagaimana diketahui tidak lama lagi umat muslim akan menjalankan ibadah puasa Ramadhan yang kemudian menjadi tradisi tiap tahunnya, yaitu mudik lebaran.

Namun, tampaknya rencana untuk mudik ke kampung halaman perlu dipertimbangkan kembali. Seperti yang disarankan oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Wapres Ma'ruf menyarankan agar masyarakat dapat menunda rencana mudik ke kampung halaman, yang dilakukan sebagai upaya mendukung penekanan kasus COVID-19 lebih meluas. 

"Tapi kalau saya pribadi sebaiknya memang masyarakat tidak mudik. Mudik itu yang penting gimana silaturahmi. Tetapi ada bahaya yang mungkin terjadi baik di jalan, maupun di kerumunan-kerumunan ketika berada di kampung halaman dan ada resiko penularan dari covid 19. Oleh karena, itu pertimbangan rasionalnya, logisnya sebaiknya memang tidak mudik, melihat bahayanya yang sangat mungkin terjadi," ujar Wapres Ma'ruf ketika menggelar Press Briefing mingguan melalui Video Teleconference, Kamis (26/3/2020).

Menurut Wapres Ma'ruf seharusnya rapat terbatas digelar pada Kamis guna membahas mengenai mudik lebaran 2020, namun karena ibunda Presiden Joko Widodo meninggal sehingga rapat akan dijadwalkan ulang. 

"Seharusnya hari ini memang dibicarakan tentang soal kebijakan soal mudik ini, dalam sidang kabinet terbatas. Tapi, karena krn ibundanya Bapak Presiden wafat, maka ditunda," imbuhnya lagi.

Wapres menambahkan, masyarakat bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk terus menjalin silaturahmi saat ini, tanpa harus melakukan kontak fisik. 

"Sedangkan silaturahmi bisa melalui online, WA (Whatsapp) misalnya, bisa komunikasi untuk menyampaikan lebaran. 

Karena menurut agama juga gitu. Kalau ada maslahat yang bisa kita dapat, tetapi ada bahaya, maka prinsip yang harus dipakai adalah menolak bahaya itu harus didahulukan.
 
Apalagi kalau manfaat silaturahmi bisa dilakukan pada waktu yang lain, pada liburan yang lain," ungkap Wapres Ma'ruf.

Wapres menyebut pemerintah daerah diharapkan menyediakan fasilitas pengecekan kesehatan bagi para pemudik, seperti yang telah dilakukan oleh pemerintah Jawa Tengah yang menempatkan petugas kesehatan di sejumlah pintu masuk. 

"Bahkan, menunggu di perbatasan daerah-daerah untuk memeriksakan mereka yang mudik itu apakah dia bebas corona apa tidak dan itu sudah dilakukan Jateng. Karena, itu saya juga minta daerah-daerah untuk melakukan hal yang sama, untuk mencegah penyebaran itu," terang Wapres.

Wapres juga meminta agar jika terdapat masyarakat yang telah kembali ke kampung halaman, untuk ditelusuri riwayat kesehatannya.

"Kalau mereka sudah kembali ke tempatnya masing-masig, mudik masing-masing itu juga supaya kembali ditelusuri apakah mereka sudah bebas corona atau tidak. Untuk menghindari daerah-daerah, memang ini ada kerjaan tambahan," jelas Wapres lagi.

Ketika ditanya perlu tidaknya para pemudik dilakukan tes cepat (rapid test) Covid-19, Wapres Ma'ruf menyebut hal itu penting untuk diterapkan.

"Perlu bagi mereka yang mudik. Perlu rapid test, saya kira itu," ucapnya.

Namun, Wapres memastikan terkait ditunda atau tidaknya mudik lebaran 2020, secara resmi akan diputuskan pada rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo nantinya. 

"Tapi, nanti putusannya akan ditetapkan apakah pemerintah akan melarang atau masih bersifat imbauan dan itu akan kita tentukan nanti dalam sidang ratas kabinet yg akan datang," jelas Wapres. (Foto : Setwapres)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00