• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Dampak Corona, per Hari 500 Penumpang di Malang Batalkan Perjalanan Kereta Api

26 March
15:05 2020
1 Votes (5)

KBRN, Malang: Pandemi Covid-19 membuat warga mengurangi mobilitas. Hal itu berdampak pada transportasi umum salah satunya kereta api. Di Stasiun Kotabaru Malang, setiap hari rata-rata ada 500 penumpang yang membatalkan perjalanannya menggunakan kereta api.  Untuk melakukan pembataln tiket ini, masyarakat bisa melalui online atau atau datang langsung ke stasiun. Uang tiketnya akan dikembalikan 100 persen. 

"Dampak virus Corona ini sangat besar, banyak penumpang membatalkan perjalanan. Bahkan minggu lalu, selama sehari ada seribu lebih penumpang yang membatalkan perjalanannya," kata Wakil Kepala Stasiun Kotabaru Malang, Moch Nur Ghozuli, Kamis (26/3/2020).

Pembatalan itu, tak hanya untuk perjalanan kereta api lokal relasi Surabaya, namun juga kereta api jarak jauh tujuan Jakarta dan Yogyakarta. "Untuk okupansi, update terakhir penumpang yang naik dari Stasiun Malang ada penurunan 80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Maret tahun lalu jumlah penumpang 5.700, tahun ini turun menjadi 1.169 penumpang. Sedangkan penumpang yang turun ke Malang mengalami penurunan hingga 84 persen," paparnya.

Terkait tiket kereta api lebaran, untuk KA ekonomi rata-rata sudah terjual habis. Hingga kini, masyarakat yang sudah membeli tiket untuk perjalanan arus mudk dan arus balik lebaran memang belum ada yang melakukan pengembalian tiket atau pembatalan perjalanan. "Kemungkinan pelanggan masih memantau situasi, kalau dirasa darurat dan tidak boleh mudik, mereka kemungkinan membatakkan mendadak menjelang keberangkatan," ungkap Ghozuli. 

Sementara itu, Manajer Humas Daop 8 Surabaya, Suprapto mengungkapkan, untuk periopde 1-22 Maret 2020, tercatat sudah ada 16 ribu penumpang yang sudah membatlkan perjalanannya melalui kereta api. "Itu karena imbauan agar masyarakat tetap tinggal di rumah, tidak bepergian jika tidak benar-benar penting, hindari kerumunan dan tetap jaga jarak," pungkasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00