• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Penting atau Tidak Posisi Panglima TNI Dijabat Bergiliran dalam Menghadapi Tantangan Strategis Indonesia di Masa Depan.

7 December
05:52 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Penunjukan Kepala Staf TNI AU Marsekal Hadi Tjahjanto  sebagai calon Panglima TNI oleh  Presiden Joko Widodo  menjadi menarik untuk kita melihat kembali apakah posisi  Panglima TNI menjadi penting atau  tidak ketika dijabat secara bergilir.


Pada  pasal 13 ayat 4 Undang-Undang nomor 34 tahun 2004 tentang TNI disebutkan bahwa jabatan panglima TNI dapat dijabat secara bergantian oleh Perwira Tinggi aktif dari tiap-tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.

Tradisi rotasi antar matra yaitu TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara tentunya memiliki nilai kontributif bagi penguatan soliditas TNI dalam menghadapi tantangan strategis Indonesia di masa depan.

Sebagaimana kita ketahui bahwa pada  masa kepemimpinan Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono, kebijakan rotasi antarmatra TNI untuk posisi Panglima TNI, telah terbukti mampu menjadi instrumen menjaga soliditas TNI.

Oleh sebab itu, konvensi ketatanegaraan dengan kebijakan rotasi antarmatra  perlu diteruskan.

Pilihan atas KSAU sebagai calon pengganti Panglima TNI saat ini adalah langkah tepat, karena memang momentum gilirannya.

Hal ini  tentunya  diharapkan  akan menopang kebijakan maritim pemerintahan Jokowi-JK  dan juga mengembangkan tradisi rotasi antar matra dalam tubuh TNI yang kontributif bagi  penguatan soliditas TNI.

Presiden Joko Widodo memastikan penunjukan  Hadi Tjahjanto  sudah mengacu pada UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI dan momentum sekarang memilih Panglima TNI berasal dari matra TNI Angkatan Udara, merupakan pilihan yang tepat.

 Penunjukan  Hadi Tjahjanto   juga kita ketahui akan  lebih efektif mengingat masa pensiun yang bersangkutan masih cukup lama sehingga memiliki waktu yang cukup untuk menata organisasi TNI semakin baik.

Marsekal Hadi Tjahjanto   memiliki   rekam jejak yang baik dan berprestasi. Pilihan Presiden Joko Widodo  sejalan dengan aspirasi elemen masyarakat sipil agar  memilih Panglima baru dengan memperhatikan banyak segi, semata-mata untuk kepentingan organisasi TNI dan untuk kepentingan nasional.

Dukungan  dari kalangan parlemen dan elemen masyarakat sipil atas penunjukan Presiden  kepada Hadi Tjahjanto merupakan indikator kepercayaan publik.

Hadi Tjahjanto  sangat  cocok untuk memimpin korps TNI agar terwujudnya prajurit yang bersih dan profesional.

Tentang  momentum pengusulan Panglima TNI secara normatif adalah hal biasa, karena  Panglima TNI Gatot Nurmantyo telah memasuki masa persiapan pensiun. Dengan demikian, proses pergantian jabatan panglima bukanlah hal yang istimewa.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengemban sejumlah 'PR' setelah resmi nantinya menjabat Panglima TNI.

Pekerjaan  rumah dimaksud  yang pertama adalah memastikan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Kita  ketahui bersama bahwa 50 persen alutsista kita itu tidak layak pakai.

Modernisasi alutsista juga harus dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. Sebab, salah satu yang menjadi sorotan dalam setiap pengadaan adalah tidak dilaksanakan secara transparan dan akuntabel dan berujung pada tindak pidana korupsi.

Pekerjaan rumah kedua Hadi adalah memastikan jaminan kesejahteraan prajurit. Hal ini salah satunya tergambar dari program pengadaan rumah untuk prajurit.

Sebab,  jaminan akan kesejahteraan prajurit menjadi pilar penting dalam mewujudkan TNI yang profesional.

Ketiga, Hadi juga dihadapkan pada tuntutan reformasi birokrasi pada TNI.

Panglima  TNI yang baru harus memastikan reformasi TNI tuntas. Jangan dia nanti malah resisten terhadap agenda reformasi. Salah satu tuntutan yang sampai sekarang belum dapat diwujudkan adalah peradilan militer.

Untuk itu, kita menunggu hasil uji  kepatutan dan kelayakan terhadap  KSAU  Marsekal Hadi Tjahjanto yang menurut rencana akan diselenggarakan pada Rabu ini
(Alit/ARN)

Tentang Penulis

Ida Bagus Alit Wiratmaja

Redaktur Senior

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00