• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Konflik Internal di Iran Sedikit Mereda Pekan ini

6 January
08:36 2018
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Ada banyak pihak diuntungkan atas konflik internal di dalam negeri Iran belakangan ini.

 Salah satunya adalah para pengusaha minyak dunia. Dalam catatan awal tahun 2018, disamping adanya penurunan persediaan di AS, ternyata kekhawatiran pasokan dari Iran juga mempengaruhi harga minyak.

Mengutip Reuters, Jumat kemarin, harga minyak Brent yang merupakan patokan internasional, ditutup naik 23 sen menjadi US$ 68,07 per barel setelah mencapai level tinggi di US$ 68,27 pada sesi sebelumnya.

Sedangkan harga minyak mentah AS menetap naik 38 sen menjadi US$ 62,01 per barel, setelah sebelumnya menyentuh US$ 62,21 per barel, tertinggi sejak Mei 2015.

Karena itu wajar bila sejumlah negara asing terutama penghasil minyak dunia, menikmati keuntungan atas konflik di Iran. Amerika Serikat dan Arab Saudi, adalah dua negara yang sesungguhnya berkepentingan dengan kenaikan harga minyak.

Meskipun Amerika Serikat tidak banyak memiliki ladang minyak, akan tetapi perusahaan minyak mereka beroperasi di hampir seluruh penjuri dunia.

Sedangkan Arab Saudi, sebagai salah satu negara penghasil minyak dunia, kondisi ekonominya sedang merosot. Bahkan Arab Saudi sekarang mematok pajak 5 persen atas penjualan barang.

Karena itu, tatkala harga minyak naik, maka Amerika dan Arab Saudi sangat diuntungkan. Selain itu, Arab Saudi dan Amerika juga diuntungkan secara politis, yakni adanya konflik internal di Iran akan mengurangi peran politik dan militer Iran di Timur Tengah.

Serangan koalisi Saudi di Yaman, menjadi tidak berarti karena ternyata, milisi Houthi mendapat suplai peralatan militer dari Iran. Sementara itu, israel juga bersorak gembita atas konflik di Iran. Pada sisi lain, konflik di Iran sudah mengakibatkan 22 orang tewas dan 450 lebih ditangkap.

Di dalam negeri Iran memang sedang dalam kondisi sangat kesulitan dalam sektor ekonomi. Kita akan melihat bagaimana Iran mengatasi masalah dalam negerinya. Semakin kacau Iran, maka semakin banyak negara penentangnya yang bergembira.(WK/AA)

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00