• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Quo Vadis Pendidikan Tinggi Indonesia ?

10 February
08:16 2018
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Pendidikan tinggi di Indonesia ternyata tidak ada apa apannya di Asia. Baru-baru ini Times Hihger Education, sebuah lembaga pemeringkat perguruan tinggi internasional, merilis peringkat pendidikan tinggi di Asia. Hasilnya, dalam urutan lima besar adalah National University of Singapore, Tshinghua Univeristy China, Peking University China, University of Hongkong, dan Hongkong Universitu Science and Teknologi.

Lantas, di mana posisi perguruan tinggi Top di Indonesia yang selama ini disebut-sebut hebat, seperti Universitas Indonesia, institut Teknologi Bandung dan Universitas Gajah Mada? 


Hmmm..... Jangankan masuk sepuluh besar terhebat di Asia. Masuk seratus besar di Asia saja, tidak ada satu pun perguruan tinggi di Indonesia yang masuk hitungan Times Higher Education. Padahal, sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, ada yang menyebut dirinya World Class Univeristy.. World class University dari mana...? Harusnya malu.

Atau, ada juga yang membuka international class. Bagaimana mau disebut international class, kalau di ASEAN saja kalah dari Malaysia.?

Untuk ukuran ASEAN saja, perguruan tinggi di Indonesia juga tidak ada apa-apanya. Malaysia saja, yang dulu belajar dari Indonesia, mampu tembus rangking 46 yakni University Malaya. Juga ada Univeristy Tunku Abdul Rahman dan Univeristy Petronas. UI, ITB dan UGM masuk antara 201 sampai 250. Jauh ya...

Di taraf International, selain Times Hihger Education juga ada lembaga pemeringkat WS world. Hasilnya tidak beda jauh. Pasti ada yang salah dari pendidikan tinggi Indonesia. Kalau saja Presiden Joko Widodo tahu mengenai posisi pendidikan tinggi Indonesia yang sangat ketinggalan, maka bisa jadi, beliau juga akan marah. Sama marahnya dengan kinerja ekspor Indonesia yang juga ketinggalan dengan Malaysia.

Awal majunya sebuah bangsa adalah karena pendidikan. Jadi, ketika Indonesia tertinggal di berbagai hal, pasti ada yang salah dari pendidikan di Indonesia, utamanya pendidikan tinggi. Pendidikan tinggi di Indonesia masih baru tahap bikin cetak ijazah untuk sarjananya, dan belum mampu menjadi research univeristy yang mebanggakan dengan temuan-temuannya.

Sedihlah kita orang Indonesia ini, bila dengan negeri jiran saja dipandang sebelah mata. Tapi, ini fakta dan realita. Pak Jokowi, bicaralah tentang pendifikan tinggi. Kasihan bangsa ini.

Demikian komentar RRI, selamat pagi.

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00