• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang harus di Jerat Hukum Tanpa Kompromi

10 March
10:22 2018
1 Votes (5)

Disusun oleh : Besty Simatupang KBRN, Jakarta:Tindak pidana perdagangan orang (TPPO) merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM terbesar di dunia. Itu karena manusia dijadikan komoditas serupa benda yang hanya dihargai oleh uang semata. Bukan dihargai sesuai kemanusiaannya. Atas perlanggaran HAM itu Jerat hukum tanpa kompromi akan diterapkan. Data Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri tahun 2017 menyebutkan, telah terjadi pengabaian HAM oleh oknum dan Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS). Seperti Masih banyaknya PPTKIS dan Perorangan yang bekerja sama dengan oknum di Kedutaan Besar di Saudi Arabia, Tiongkok, Singapura dan Malaysia. Beberapa modus operandi yang digunakan para pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), antara lain, merekrut calon korban menjadi TKW/TKI baik dalam maupun luar negeri melalui lembaga-lembaga pengarah tenaga kerja di seluruh Indonesia. Mereka yang terekrut biasanya ditempatkan pada sebuah pemondokan pada suatu tempat dan umumnya ditempat tertentu (tidak ada komunikasi). Selain mejadi pembantu rumah tangga kebanyakan para Tenaga kerja Indonesia itu pekerjakan sebagai anak buah kapal-ABK dengan tujuan berbagai negara. Fakta tersebut telah menunjukkan bahwa Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sudah menjadi kejahatan yang telah memenuhi kategori kejahatan melawan kemanusiaan atau dapat disebut sebagai extra ordinary crime. Diakui atau tidak bekerja di luar negeri seperti di Saudi Arabia, Tiongkok atau Thailand dan negara lainnya merupakan magnet tersendiri bagi TKI. Untuk Saudi arabia khususnya terutama yang Muslim bisa bekerja menjadi TKI sekaligus juga bisa melaksanakan umroh atau haji. Selain itu, TKI di Arab Saudi dianggap sebagai pekerja yang mempunyai etos kerja tinggi dan dianggap multi talenta. Ini menggiurkan. Sayangnya disalahgunakan oleh para oknum. Berbagai kasus yang menimpa TKI kita di luar negei itu/ berangkat dari banyak titik pelanggaran. Mulai dari penyalahgunaan visa, penipuan dengan janji atau iming iming bekerja di luar negeri dengan upah yang tinggi, pemberangkatan secara ilegal, hingga fakta travel umroh yang bekerja sama dengan pelaku untuk menggunakan fasilitas umroh. Belajar Dari Kasus IU, TPPO Berkedok Lowongan Kerja Upah Tinggi Kerap Sasar WNI dan ribuan TKI lainnya diberbagai negara, tentunya kita semua tidak boleh menutup mata. Sebagai masyarakat kita harus jeli dan tidak mudah percaya terhadap tawaran kerja dengan upah menggiurkan, sekalipun di luar negeri, pemerintah juga perlu menindak tegas pihak-pihak yang masih saja secara bergerilya berusaha merekrut pemuda di desa-desa untuk “dijual” kepada perusahaan asing demi meraup keuntungan. Pihak kepolisian juga diminta untuk menmperluas jejaring internasional guna menjerat merekabyang telah melakukan pelanggaran HAM TPPO Tersebut tanpa kompromi dalam arti menjerat melalui regulasi sebagai bagian perhatian pemerintah untuk menuntaskan TPPO.

Tentang Penulis

Agus Rusmin

Reporter Senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00