• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Puasa Bukan Alasan Menurunnya Kualitas Pelayanan Publik

16 May
08:50 2018
0 Votes (0)

Disusun oleh : Besti C. Simatupang

KBRN, Jakarta : Berdasarkan sidang isbat yang terpantau oleh pemerintah, besok 17 Mei 2018 umat islam sudah mulai menjalankan ibadah Ramadhan 1439 hijriah. Tidak berbeda dari tahun tahun sebelumnya guna memberikan kesempatan beribadah yang lebih baik dalam bulan penuh rahmat tersebut, Pemerintah pun mengeluarkan keputusan mengenai jam kerja Aparatur Sipil Negara ASN, TNI, dan Polri selama bulan ramadhan. Dalam surat edaran itu, tertuang jelas jam berapa PNS masuk dan pulang.

Berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) nomor 336 tahun 2018 tentang penetapan jam kerja aparatur sipil Negara -ASN, TNI, dan Polri pada bulan Ramadhan, jam kerja dikurangi satu jam dari biasanya. Jumlah jam kerja bagi instansi pemerintah pusat dan daerah yang melaksanakan lima hari atau enam hari kerja menjadi 32,5 jam per minggu. Aturan itu pasti berdampak pada unit unit pelayanan publik yang ada di masyarakat

Pertanyaan nya? Bagaimanakah pelayanan publik sepanjang ramadhan bisa berjaan maksimal ? adakah aturan yang mengatur khusus hal itu? Karena kecenderungannya pada hari hari biasa saja pelayanan publik berdasarkan pengalaman yang ada selalu mengecewakan dan jauh dari harapan. Misalnya saja berdasarkan hasil penelitian Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menunjukan sebagian besar unit pelayanan publik terpadu di sejumlah penerintahan daerah di tanah air masuk zona merah alias kompetensi rendah. Hanya sedikit yang masuk zona hijau atau kompetensi tinggi.

Penelitian di 22 propinsi, 44 kota, dan 106 kabupaten hanya satu yang masuk zona hijau yakni Sulawesi Selatan dengan nilai 76,43. DKI Jakarta masuk zona kuning bersama delapan propinsi lainnya. Selain itu ada 12 propinsi yang tercatat zona merah. Diantaranya, Sulawesi Utara, Sumatera Utara, Jogjakarta, Banten, Kepulauan Riau, Papua, dan Kalimantan Utara.

Ini tentu memprihatinkan, pasalnya dihari hari biasa saja pelayanan publik disentra sentra khusus masih banyak mendapat keluhan lalu bagaimana di bulan ramadhan ini ? meski sejumlah pejabat pemerintahan mengklaim pelayanan publik tetap akan berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Tentu kita berharap temuan ORI itu tidak keterusan akan ada perbaikan pelayanan dan kecepatan pelayanan di tingkat pemerintah daerah. Butuh aturan yang pas dan sinkronisasi administrasi pelayanan lintas intansi terkait di tingkat daerah dan pusat demi berjalannya pelayanan publik yang diidam idamkan masyarakat. Jangan ada lagi keluhan dimasyarakat terkait pelayanan publik seperti rumah sakit dan kelurahan serta bidang bidang perizinan, hanya karena puasa dijadikan alasan. Karena pastinya kita yakini bahwa ramadhan adalah bulan ibadah maka pelayanan publik yang terbaik yang dilakukan di bulan ini juga sebagai bentuk ibadah.

Tentang Penulis

Agus Rusmin

Reporter Senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00