• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Kenaikan Cukai Rokok Mulai Tahun Depan Cukup Fantastis

9 October
11:32 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Viral harga rokok yang mencapai 50 ribu rupiah per bungkus ternyata hoaks. Pihak Gabungan Industri rokok belum menyebut kenaikan yang sebenarnya, kendati mereka juga sudah mulai ancang-ancang menaikkan harga rokok.  

Apakah kemudian para perokok akan insyaf dengan harga rokok yang tinggi?. 
Sepertinya belum tentu juga. Sebab, mengacu pada jumlah angka penerimaan cukai rokok, jumlahnya terus meningkat. Meskipun tidak terang-terangan, sebenarnya pemerintah melihat potensi pendapatan cukai rokok yang semakin seksi.

Pada tahun 2018, diperkirakan negara dapat cukai rokok sekitar 120 triliun rupiah. Dan pada tahun 2020, negara mematok pendapatan dari cukai rokok 180 triliun.   Bila ada yang menyebut kenaikan pendapatan untuk menutupi kekurangan iuran BPJS, maka bisa dan sah sah saja pandangan tersebut. Itukan pandangan.

Di luar masalah kesehatan dan pengaturan industri rokok, maka potensi pendapatan negara yang sangat menarik ini menjadi landasan kenaikan cukai rokok.  

Adalah menteri keuangan Sri Mulyani yang mampu meyakinkan Presiden Joko Widodo untuk menaikkan cukai rokok sebesar 23 persen, dan kenaikan harga jual eceran sebesar 35 persen. Kenaikan ini terbilang fantastis.
 

Sejatinya, Pemerintah perlu berpikir ulang soal kenaikan harga bila pandangannya dari aspek kesehatan. Soal kesehatan, berapapun harga rokok, tetap saja orang beli.
 

Ini harusnya wewenang Kementerian Kesehatan, ketika Menteri Keuangan bilang ada kenaikan perokok dari menjadi 9 persen, termasuk kenaikan perokok perempuan.
Menteri Keuangan urusannya pendapatan cukai rokok, dan ini sebenarnya yang perlu dicermati.  

Kenaikan harga sangat tinggi bisa jadi akan menambah sejumlah masalah baru, terutama dampak bagi mereka yang sudah kecanduan rokok namun terhalang adanya harga tinggi. ini yang perlu menjadi pertimbangan, dan ini merupakan masalah sosial yang tidak dapat dicover oleh kenaikan pendapatan cukai rokok.

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00