• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Kondisi BPJS Kesehatan Di Ujung Tanduk

8 November
16:41 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kenaikan iuran BPJS seratus persen masih menimbulkan masalah. Namun di sisi lain kemampuan keuangan negara juga berat.

Kondisi BPJS kesehatan sepertinya sudah di ujung tanduk, nyaris sulit disehatkan secara finansial. Dalam kondisi seperti ini, bukan tidak mustahil BPJS akan tutup.

Utangnya banyak dan penerimaan iuran tidak sebanding dengan pengeluaran. Pada tahun 2019 subsidinya diperkirakan mencapai 30 trilyun rupiah.

Menteri kesehatan Terawan Putranto menyebut, bahwa utang saat ini saja ada 9 trilyun lebih. Itu tunggakan yang harus dibayar kepada rumah sakit-rumah sakit.

Sepanjang perjalanan BPJS kesehatan berdiri, selalu defisit dan selalu disubsidi. Artinya, pengelolaan BPJS kesehatan tidak sehat.

Karena sudah kacau sedari awal, maka untuk memperbaikinya sangat sulit. Ancaman tutup akan menjadi realistis. Apalagi negara dalam kondisi ekonomi yang juga berat.

Tiap tahun utang negara tambah. Pendapatan dari pajak tidak pernah lagi mrncapai target. sementara sumber pendanaan lain juga sedang lesu.

Tanda-tanda pemerintah tidak sanggup lagi mengelola BPJS kesehatan adalah ditandatanganinya Peraturan Presiden untuk menaikkan iuran BPJS sekitar 100 persen tanggal 24 Oktober lalu dan efektif berlaku 1 Januari 2020.

Seluruh kelas naik, termasuk kelas tiga. Sehingga wajar bila anggota DPR Komisi Kesehatan marah-marah karena kelas tiga juga naik.

Tapi anggota DPR kan hanya bisa bersuara dengan dalih kepentingan konsituen, seperti yang diungkap Nulihayah Wafiroh dari PKB dan Anshori Siregar dari PKS.

Paling mudah mengatasi amburadulnya pengelolaan BPJS kesehatan adalah menaikkan iuran peserta, daripada membebani rakyat dengan kenaikan iuran yang mencekik, lebih baik dikaji ulang keberlangsungan BPJS kesehatan ini.

Persoalannya bukan sekedar menaikkan iuran, tetapi secara tatakelola juga bermasalah.

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00