• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Pendaftaran PNS Menarik Perhatian Lulusan Terbaik Perguruan Tinggi

13 November
07:52 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Sesungguhnya tidak ada alasan bagi pemerintah untuk gagal mewujudkan birokrasi profesional dan berkelas dunia tahun 2024 bila mengamati tingginya animo lulusan perguruan tinggi mendaftar CPNS untuk menjadi ASN.

Sebab, pemerintah sudah punya stok sumberdaya PNS terbaik untuk mewujudkan birokrasi profesional dan berkelas dunia tahun 2024. Sehingga, seandainya hingga pada tahun 2024, PNS Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak profesional dan berkelas dunia, maka yang salah adalah pemerintahnya dan bukan SDM-nya.

Sebagai catatan, tahun 2018 lalu, jumlah pendaftar CPNS mencapai 4 juta pelamar dengan formasi 238 ribu di seluruh instansi vertikal dan pemerintah daerah. Pada tahun lalu, passing gradenya cukup tinggi, yakni tes kemampuan karakteristik 143, intelejensia 80 dan wawasan kebangsaan 75.

Sedangkan tahun ini, formasinya hanya 157 ribu, dan passing grade juga diturunkan jadi 126, 80 dan 65. Namun jumlah pelamar diperkirakan mencapai 4.5 juta orang. Sistem seleksi nasional yang diterapakn secara transparan dan akuntabel berbasis CAT atau Computer Assisted Test sejak 2013 mampu menarik lulusan terbaik perguruan tinggi mrnjadi PNS. Ada trust dari mereka untuk mengabdi jadi PNS. Hal ini berbeda dengan periode sebelumnya di mana untuk menjadi PNS sistemnya sangat tertutup, penuh titipan dan KKN serta kualitasnya tidak merata. Kini jadi PNS juga semakin seksi, karena gaji dan tunjangannya besar mulai 6 jutaan pada instansi vertikal dengan tunjangan kinerja 47 persen, sampai pendapatan 70 jutaan per bulan pada lingkup Pemda DKI . Jauh lebih besar dibandingkan upah buruh.

Pendek kata, jadi PNS sekarang nyaman. Maka, ketika sumber daya PNS sudah berkualitas dan pendapatan besar namun birokrasinya masih landa-landai saja, maka sudah saatnya membongkar habis pola birokrasi yang ada. Rencana Pemerintah memapras eselon 3 dan 4 adalah salah satu gagasan brilian karena eselonisasi sampai level bawah justru membuat sekat yang menghambat kinerja.

Bahkan bila perlu, tagline PNS sebagai abdi negara harus diganti, sebab kata abdi cenderung tidak kreatif dan inovatif, padahal yang diperlukan adalah birokrasi 4.0. Semoga talenta-talenta CPNS dan PNS milenial tersebut tidak menjadi sumber daya sia-sia karena sistem dan pola kerja birokrasinya masih bergaya kolonial.

Tentang Penulis

Munjir Permana

Editor

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00