• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Bom Aksi Bunuh Diri Meledak di Markas Kepolisian Medan, Sumatera Utara

14 November
08:42 2019
0 Votes (0)

Ledakan bom di area markas Kepolisian Medan Sumatera Utara kemarin pagi adalah perbuatan yang tidak dapat diterima akal sehat. Aksi terduga pelaku aksi bom bunuh diri, mengena hanya dirinya sendiri saja yang tewas.

Kita patut prihatin atas peristiwa ini, terutama menyerang aparat kepolisian.

Di Medan sendiri, setidaknya sudah tiga kali terjadi aksi teror. Kepolisian sering menjadi sasaran. Di beberapa daerah lain, aparat dan instalasi kepolisian tampaknya sering menjadi sasaran oleh pelaku aksi teror.

Di Cirebon, Jawa Barat serangan diarahkan ke markas kepolisian. Kemudian juga di Wonokromo, Jawa Timur. Di kawasan Thamrin Jakarta Pusat juga menyasar Polisi.

Staf khusus BNPT Suaib Thahir menyebut efek dendam kepada Polisi sering menjadi alasan aksi penyerangan oleh pelaku teror. 

Para teroris merasa dendam karena polisi melaksanakan tugas menangkapi pelaku teror dan kadang berhadapan langsung dengan para teroris tersebut. Dalam catatan The Habibie Centre, selama ini ada 74 persen serangan teror ditujukan kepada polisi, selebihnya kepada pribadi, masyarakat umum dan rumah ibadah. 

Efek dendam kepada polisi yang melatarbelakangi hal ini. 

Ini memang risiko tugas dan fungsi kepolisian. Berarti juga sesungguhnya polisi sudah on track mengamankan bangsa dan negara ini melawan aksi teror dan terorisme. Sejumlah pihak, seperti aktivis Indonesia Serve, Dete Aliah mengusulkan agar cara polisi menghadapi dan menangani teroris dirubah agar tidak ada efek dendam. Usul yang menarik, tapi bagaimanapun juga, adalah tugas polisi sebagai aparat penegak hukum mengahadapi pelaku teror. 

Tidak boleh ada lagi aksi teror di manapun di negeri ini. Teroris adalah pelaku konyol yang mengorbankan banyak orang, bukan saja polisi, tapi juga masyarakat umum dan bahkan keluarga teroris itu sendiri harus menanggung duka, derita, dan malu.

Tentang Penulis

Nugroho

rri.co.id

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00