• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Hati-Hati Terhadap Komunisme, Tiga Kali Sudah Memberontak

25 November
10:18 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Alih-alih menyoroti isu radikalisme yang sedang jadi bahan sorotan dan bahasan sejumlah kementerian dan lembaga, Menteri pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto justru menyoroti masalah komunisme di Indonesia.

Walau pandangan soal komunisme merupakan sambutan tertulis Prabowo Subianto yang disampaikan oleh Rektor universitas Pertahanan, Letjen TNI Tri Legionosuko di Lemhanas akhir pekan lalu, tetap saja publik menganggap itu merupakan pandangan dari Menteri pertahanan. Artinya, Prabowo Subianto mewakili pandangan,

Kementerian Pertahanan tengah concern terhadap bahaya laten komunis di Indonesia. Tidak mungkin sepertinya seorang jenderal bintang tiga menyampaikan sambutan tertulis tanpa disposisi atasannya.

Apalagi pandangan tersebut disampaikan di area Lemhanas RI, suatu institusi yang memiliki integritas dan kredibilitas dalam pemahaman masalah kebangsaan. Lebih menarik lagi, pada acara tersebut hadir pula mantan Menteri Pertahanan Jenderal TNI purnawirawan Ryamizard Ryacudu.

Bahkan Jenderal Ryamizard turut menegaskan untuk bersikap hati-hati kepada komumisme, sebab Gerakan Komunis suka mendompleng . Kata Ryamizard, PKI sudah tiga kali berontak di tanah air, yakni tahun 1926, 1948 dan 1965. Sedangkan kata Letjen Tri Legionosuko saat membacakan sambutan tertulis, walaupun Uni Soviet sudah tidak ada,

Komunis saat ini masih ada, antara lain di China dan di Kuba. Karena itu sebagai bangsa Indonesia yang pernah dibuat kacau oleh PKI, kita juga harus waspada dan hati-hati kepada komunisme. Agak aneh jadinya bila ada lembaga lain yang menyoroti negatif apa yang disampaikan dalam sambutan tertulis oleh Rektor universitas Pertahanan .

Komunis tetap komunis. Ia adalah paham berbahaya yang sangat bertentangam dengan Pancasila dan paham komunis belum mati sampai sekarang. Karena itu, pengajaran bahwa komunis adalah paham sesat harus diajarkan terus oleh para guru sepanjang massa, dan kemudian memuliakan Pancasila sebagai ideologi negara. ( WK )

Tentang Penulis

Andi Permadi

SUPER ULTIMATE ADMIN

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00