• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Kisah Tragis Muslim Uighur, Kemana Negara-negara OKI ?

21 December
09:46 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Permasalahan yang menimpa Uighur telah menjadi tajuk pemberitaan dunia Internasional dalam beberapa tahun belakangan. Poinnya sama, Pemerintah Tiongkok dinilai melanggar HAM. Menurut catatan Amnesty International dan Human Rights Watch, Muslim Uighur dipaksa bersumpah setia kepada Presiden Xi Jinping, ditahan tanpa batas waktu yang jelas, diperlakukan layaknya sumber penyakit, sampai didorong menyerukan slogan –slogan Partai Komunis . Selain itu pemerintah Cina mengawasi gerak gerik masyarakat uighur secara ketat lewat pemantauan kartu identitas, pos pemeriksaan, identifikasi wajah yang tak jarang berujung pada penyiksaan, kelaparan dan kematian. Kekerasan telah dialami muslim Uighur sejak sekian tahun lalu, namun mengapa dunia begitu lamban merespon? Banyak yang bahkan sulit mendapatkan informasi actual dari lapangan, alasannya karena Tiongkok membatasi akses media. Kondisi peliputan diarahkan sedemikian rupa oleh Tiongkok. Hal ini menjadi sorotan dan mengundang respon keras berbagai pihak, termasuk Indonesia. Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin meminta Pemerintah Republik Rakyat Cina terbuka kepada masyarakat internasional terkait masalah Uighur. Menurut Ma’ruf Amin diharapkan kedepan Tiongkok bisa lebih terbuka. Tiga kelompok muslim besar Indonesia sebelumnya sudah diundang ke Xinjiang untuk melihat apa yang terjadi di sana. Wall Street Journal malah menilai sepulang dari Xinjiang 3 kelompok muslim ini tidak memberikan respon yang tegas atas apa yang terjadi di Xinjiang. Sebuah tudingan yang dinilai tidak tidak seimbang, karena catatan-catatan kritis telah disampaikan. Namun pertanyaan kritis tentang mengapa dunia muslim tidak serta merta membantu muslim Uighur, masih relevan diajukan. Diduga yang menjadi penyebab adalah pertimbangan politik, dan kebijakan luar negeri serta besarnya kekuatan ekonomi Tiongkok/ sampai akhir 2018, Negara-negara OKI belum memberikan perhatian yang cukup atas kekerasan yang dialami muslim Uyghur. Dengan berbagai alasan dan penyebab. Publik tentu berharap, Indonesia sebagai Negara muslim terbesar dunia yang selama ini menjadi penggerak motor solidaritas Negara-negara mulim untuk Palestina dan Rohinga, juga bisa mengambil peran untuk mengumpulkan aksi solidartias untuk muslim Uyghur. Menjadi sebuah pertanda baik ketika sayap kepemudaan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) baru-baru ini mengutuk keras penindasan dan pelanggaran HAM terhadap muslim Ulghur di provinsi Xinjiang, China. Semoga bisa menjadi momentum yang baik untuk menyatukan sikap Negara anggota OKI untuk muslim Uyghur. (Foto : Antara) Oleh Wenny Zulianti

Tentang Penulis

Munjir Permana

Editor

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00