• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Ancaman Bencana di Musim Hujan

23 December
07:28 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Salah sepertinya bila ada sejumlah pengamat, aktivis lingkungan, dan unsur pemerintah saat ini berbicara bahwa penyebab banjir akibat sedikitnya areal resapan air, kurangnya biopori atau kerusakan hutan dan lingkungan. Bila mau bicara soal itu bagusnya saat musim kemarau, sehingga ada upaya preventif yang dilakukan.

Tapi umumnya bangsa kita, berbicara dan berlikir sesuatu, saat kejadian sudah datang, dan jarang berpikir serta bertindak untuk mengantisipasi apa yang akan terjadi pada musim berikutnya. Tatkala memasuki musim kemarau da banyak hutan terbakar, maka yang diributkan adalah harapan agar hujam ssegera turun untuk dapat memadamkan api.

Masih pada musim kemarau lalu, taatkala ppersediaan air di sungai semakin menipis dan membuat tanaman di sawah kering lalu mati, maka  hatapannya adalah segera turun hujan agar sungai menjadi banyak kembali. Jarang sekali anak negeri ini berpikir. Berbicara dan bertindak  untuk musim.yang akan datang.

Harusnya, saat musim kemarau berbicara antisipasi musim hujan dan saat musim hujan sekarang ini, yang dipersiapkan adalah antisipasi kebakaran hutan dan lahan. karhutla yang mungkin akan terjadi lagi musom depan.

Kondisi sekarang adalah realitanya musibah banjir, tanah longsor, bangunan roboh, terjadi di berbagai pelosok negeri. Ada banjir di Kampar, Lonsor di Sumatera Barat, bangunan roboh di Jakarta, dan sejumlaj dampak musim penghujan.

Ini adalah realita tahunan yang terus berulang. Namun karena kondisinya seperti ini, kita hanya dapat berikhtiar untuk melakukan upaya penanganan korban bila ada, dan upaca recovery saat dampak bencana terjadi. Itu yang paling maksimal, karena ini adalah peristiwa alam yang manusia tidak dapat mencegahnya. Selain juga tetap dapat berdoa kepada yang maha kuasa agar bencana dapat dihindarkan dari kita semua. Aamin.


Tentang Penulis

Tsalisa Nur Aini

Tsalisa 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00