• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Banjir Bandang Lebak Akibat Tambang Emas Ilegal, Salah Siapa?

8 January
08:27 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Jika dibandingkan sedikit antara musibah banjir yang terjadi di kawasan Jakarta, Tanggerang, Bekasi dengan terjangan banjir bandang di kawasan Lebak, Banten, maka sepertinya boleh juga orang Jakarta, tangerang dan bekasi bersykur sedikit.

Kendati ada korban jiwa, namun banjir sebatas air dan lumpur. Beda halnya dengan di sukajaya Kabupaten Bogor dan di Lebak Kabupaten Banten. Area longsor di Sukajaya Bogor sangat luas dan akan memakan waktu berhari-hari untuk menanganinya.

Sedangkan di Lebak penyebab utamanya kata Presiden Joko Widodo adalah kerusakan hutan dan penambangan emas ilegal. Lagi-lagi kerusakan alam menjadi  salah satu media penyebab bencana. Saat ini, hutan sudah semakin rusak dan Galian emas semakin tidak terkendali.

Kesalahan utama bukan ada di masyarakat, tapi di aparat pemerintah. Pemda Lebak pasti salah, karena membiarkan kerusakan hutan dan maraknya penambangan emas ilegal, sama juga halnya dengan Polisi.

Karena masyarakat sebenarnya patuh bila aparat pemerintah dan keamanan juga tertib. Pengrusakan hutan dan bisnis tambang ilegal bisa jadi bukan hanya di Lebak, akan tetapi di banyak tempat di tanah air. Ini harusnya menjadi pelajaran bagi semuanya, bahwa bisnis yang mengandalkan eksploitasi sumberdaya alam segera diminimalisir.

Sepertinya, sudah tidak jamannya lagi mengeksploitasi sumberdaya alam untuk alasan kemakmuran...

Terbukti, banyak daerah dan banyak negara yang kembali jatuh miskin ketika sumberdaya alamnya habis dan rusak. Penanganan korban, pengungsi dan rehabilitasi menjadi penting. Hal tersebut bersifat segera dan mendesak. Tapi disisi lain, Presiden Joko Widodo juga harus segera menata kembali bisnis eksploitasi sumber daya alam yang hanya sedikit manfaatnya namun potensinya ternyata membawa mudharat.

Penulis  :  Widhie Kurniawan, Pimred Pusat Pemberitaan 

Tentang Penulis

Mosita Dwi Septiasputri

Mositadwis@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00