• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Antara Nelayan Natuna dengan Pantura

14 January
08:40 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Agak aneh juga mendengarnya, tatkala ungkapan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD yang akan mengirimkan nelayan asal Pantai Utara Jawa ke perairan Natuna guna turut mengantisipasi masuknya nelayan China Tiongkok, juatru ditolak oleh Nelayan di Natuna.

Bahkan Kepala Kantor Staf Presiden Moledoko sebelumnya juga menyatakan bahwa pihaknya akan mengawal pengiriman Nelayan Pantura ke perairan Natuna.// Semula nelayan Pantura cukup antusias mendukung program Bela Negara dengan melakukan eksplorasi di kawasan ZEE Perairan Natuna.

Namun mereka pun belakangan bingung mengenai ongkos transportasi dan logistik selama di Natuna.Setidaknya itu disampaikan ketua HNSI tegal Riswanto. Riswanto pun memahami kondisi ketika sejumlah nelayan di Natuna, justru menolak kehadiran nelayan Pantura yang akan melalukan Bela Negara ke Natuna.

Para nelayan setempat, seperti disampaikan Herry, Kurniawan dan Khairul Anam beranggapan, kehadiran nelayan Pantura akan menyisihkan nelayan tradisional Natuna.

Ini jelas aneh, kebijakan pemerintah tidak sejalan dengan rakyatnya, padahal ini soal Bela Negara.

Seandainya pihak Cina Tiongkok tahu persoalan ini, maka bisa jadi mereka akan memanfaatkan situasi yang serba tidak jelas ini.

Sebagai pejabat tinggi negara, Harusnya Menko Polhukam sudah memiliki data yang jelas mengenai kondisi yang ada. Segala hal yang disanpaikan Menko Polhukam kepada publik melalui media massa adalah sikap negara.

Artinya, ini bukan soal kondisi nelayan Natuna yang semata menolak kehadiran Nelayan Pantura, namun karena pernyataan Menko Polhukam tidak presisi. Sayang juga hal ini terjadi. Bagaimana kalau terjadi perang sesungguhnya, sikap pemerintah ternyata berbeda dengan rakyatnya, dan bahkan menentang sikap tersebut.

Bukan nelayan Natuna yang salah menolak kehadiran Pantai Utara Jawa, akan tetapi karena pernyataan tidak presisi dari pejabat tinggi negara terkait.

Untung saja nelayan Pantura belum berangkat, seandainya sudah dalam perjalanan ke Natuna, kita tidak tahu apa jadinya kemudian. Demikian komentar

Penulis  :  Widhie Kurniawan, Pimred Pusat Pemberitaan 


Tentang Penulis

Afrizal Aziz

Redaktur Pro 3 RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00