• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Pro Kontra Penerapan “Full Day School” di Indonesia

15 June
07:11 2017
0 Votes (0)

 KBRN, Jakarta : potret dunia pendidikan kita dari tahun ketahun selalu saja diwarnai dengan perubahan kebijakan. Ada saja kebijakan baru pemerintah yang menyangkut dunia pendidikan. Mulai dari perubahan kurikulum hingga perubahan sistim pembelajaran, sering dilakukan pemerintah khususnya oleh kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.  

Untuk perubahan kurikulum saja, sejak Indonesia merdeka tercatat sudah  11 kali terjadi pergantian kurikulum. Seringnya terjadi pergantian sistim pendidikan di negri ini, sering membuat masyarakat bingung, bahkan terkadang memunculkan pernyataan yang bernada sinis, seperti,  setiap ganti menteri pasti ber
ganti pula  sistim belajar atau kurikulumnya.
 

 Apa yang dikatakan masyarakat itu sebenarnya berangkat dari keresahan mereka atas perubahan kebijakan yang terkesan dipaksakan. Namun, di balik itu Kementrian terkait selalu saja ada alasan, terhadap kebijakan yang diambil. Alasan yang sering dimunculkan adalah pergantian kurikulum didasarkan pada perkembangan masyarakat dan Ilmu Pengetahuan.
 

Diawal tahun pelajaran 2017/2018 ini polemik dunia pendidikan kita kembali mencuat  kepermukaan, menyusul adanya rencana penerapan full day school atau lima hari sekolah oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
 

Rencana penerapan lima hari sekolah itu menuai pro dan kontra di tengah2 masyarakat. Bahkan, wakil presiden, Jusuf Kalla, menegaskan, keputusan mendikbud, Muhadjir Effendi akan dievaluasi ulang. Karena, menyangkut banyak hal yang harus dipertimbangkan, mulai dari sistem pembelajaran hingga konsumsi tambahan yang dinilai perlu diadakan bagi para pelajar. Selain itu menteri pendidikan dan kebudayaan juga dinilai perlu mempertimbangkan secara matang kesiapan pihak sekolah, karena kebijakan ini tidak hanya ditujukakan kepada sekolah yang ada di perkotaan saja, akan tetapi juga bagi sekolah yang berada di wilayah pedesaan serta pedalaman.
   

Disisi lain  Mendikbud Muhadjir Effendi mengatakan rencana penerapan lima hari sekolah atau full day school (FDS),  bertujuan untuk memperbaiki sistem penilaian kerja guru. Kemendikbud menegaskan full day school akan dilakukan secara bertahap. Sekolah yang belum dapat melaksanakan sistem tersebut karena keterbatasan sarana dan prasana, akan dibantu oleh  pemerintah. Oleh karena itu Muhadjir meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan rencana FDS ini, Menurutnya beban peserta didik tidak akan bertambah.
 

Bagi masyarakat yang pro menyatakan kebijakan  ini merupakan terobosan apik dari pemerintah terhadap sistem pendidikan di Indonesia. Sebab dengan adanya sistem tersebut jam belajar siswa relatif panjang di sekolahan. Artinya, kegiatan siswa menjadi lebih termonitoring serta mengarah kepada aktivitas positif, Sekolah menjadi rumah kedua. Salah satu contoh Negara yang sudah menerapkan fuul day school adalah finlandia dan beberapa Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Dan mereka berhasil, bahkan finlandia saat ini tercatat sebagai Negara yang memiliki sistim pendidikan terbaik di dunia.
 

Sebaliknya, bagi yang kontra, menolak wacana sekolah seharian penuh. Alasannya dengan menambah intesitas waktu, tentu akan menyebabkan siswa kelelahan. Sehingga jam tambahan ini malah kurang efektif. Belum lagi masalah kesiapan fasilitas sekolah serta guru yang minim pengalaman. Belum lagi sekolah-sekolah di daerah pedesaan.  

Apapun tujuan dari penerapan full Day School,  adanya pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat perlu menjadi pertimbangan serius kemendikbud, untuk menerapkan sistim ini. Pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menyebutkan rencana tersebut akan dievaluasi ulang, juga merupakan keputusan yang sangat tepat, agar  penerapan sistim baru dalam dunia pendidikan kita benar-benar tepat sasaran, dan bukan hanya sebagai keputusan yang terkesan di paksakan.
 




*Sumber Foto: Google (BCS)*

Tentang Penulis

Defri Edasa

defriedasa@ymail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00