• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Catatan Penyelenggaraan Haji 2017

7 October
07:18 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Setelah berlangsung sejak tanggal 28 Juli 2017 lalu, seluruh proses pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji Indonesia berakhir sudah.  Memang masih ada sekitar 30 jamaah sakit yang harus tertunda kepulangannya karena masih dirawat di rumah sakit arab saudi. Namun secara keseluruhan, semua kloter jamaah haji Indonesia yang berjumlah 512 kloter sudah tiba kembali di tanah air melalui 13 Debarkasi.

Pujian dan apresiasi banyak ditujukan kepada Kementrian Agama karena pelaksanaan ibadah haji mulai keberangkatan, penanganan di tanah suci hingga kepulangan jamaah dinilai berjalan baik. Apalagi kalau dilihat jumlah yang diberangkatkan tahun ini meningkat  53.000 jamaah atau 31 persen dibanding tahun lalu, sementara jumlah petugas hanya bertambah sekitar 11 persen. Sehingga tidak berlebihan apabila apresiasi diberikan kepada Kementrian Agama bersama jaajaran terkait yang bergabung dalam panitia pelnyelenggara ibadah haji 1438 H.

Pujian dan apresiasi memang lebih banyak diberikan dibanding koreksi dan catatan negatif. Namun demikian jangan lantas membuat Kementerian Agama dan jajarannya cepat berpuas diri. Masih ada hal hal yang perlu terus ditingkatkan. Perbaikan sistem sewa dan keberadaan maktab atau pemondokan yang lebih dekat dengan Masjidil haram dan masjid Nabawi perlu terus diupayakan. Perbaikan katering, ketersediaan tenda di mina, hingga upaya mengurangi jumlah jamaah yang meninggal di tanah suci harus menjadi perhatian serius.

Tahun ini jumlah jamaah indonesia yang meninggal di tanah suci hampir dua kali lipat tahun lalu. Upaya upaya tersebut tujuannya jelas, agar layanan penyelenggaraan ibadah haji dari waktu ke waktu semakin meningkat. Caranya dengan segera melakukan evaluasi menyeluruh penyelenggaraan tahun ini,  untuk secepatnya pula melakukan persiapan semua aspek yang terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun mendatang. Termasuk mengganti pemondokan dan katering yang tidak sesuai. 

Memang di kalangan Komisi  VIII DPR RI muncul wacana untuk membentuk badan khusus pengelola ibadah haji di luar Kementrian Agama agar pengelolaan ibadah haji lebih maksimal. Namun belum tahu kapan wacana itu akan terealisasi, sehingga Kementrian Agama harus tetap serius melakukan persiaapan.

Hal penting lainnya adalah edukasi terhadap calon jamaah. Tidak cukup hanya manasik yang berkaitan dengan ritual ibadah haji, tetapi bagaimana agar jamaah dapat menjaga kesehatan di tengah suhu udara tinggi, menjaga diri dari kecelakaan yang sewaktu waktu dapat terjadi di tanah suci, dan hal hal lain yang dapat merugikan jamaah.  Bila semua itu dapat dikakukan bersama sama oleh seluruh panitia di daerah, pantia haji pusat dan penyelenggara ibadah haji di tanah suci, Insya Allah penyelenggaran ibadah haji tahun mendatang akan jauh lebih baik. (DP/ARN)



Tentang Penulis

Danang Prabowo

Redaktur senior RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00