• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Editorial

Pentingnya Menjaga Perdamaian di Indonesia

9 October
08:18 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta  : Kemarin adalah peringatan Hari Perdamaian Internasional. Presiden Joko Widodo kemarin di Sumenep,  Madura kembali mengingatkan waga bangsa Indonesia akan pentingnya menjaga perdamaian di tanah air.

Presiden sebelumnya juga menceritakan pertemuannya dengan Pemimpin Afghanistan. Mereka membicarakan perdamaian seraya membandingkan kemajemukan yang ada di Indonesia dan di Afghanistan.

Indonesia jauh lebih beragam dibandingkan Afghanistan. Kemajemukan itu tampak pada keberagaman suku bangsa,  bahasa dan agama serta keyakinan. Sedangkan Afghanistan lebih sedikit,  namun justru lebih sering mengalami konflik yang tidak berkesudahan sampai saat ini. Tidak mudah ternyata merawat kebhinekaan dan menjaga perdamaian.  jumlah dan banyaknya keberagaman juga bukan ukuran adannya potensi konflik.

Di dunia. Dan di manapun juga,  menjaga perdamaian adalah penting. Bangsa yang di dalam neegrinya senantiasa berkonflik,  maka dipastikan kehidupan rakyatnya jauh dari sejahtera. Afganistan adalah contohnya. Sulit melakukan pembangunan di wilayah tersebut. Timor-Timur juga sebagai cantoh. Sejak tahun 1999 sampai sekarang,  selalu dirundung konflikbperebutan kekuasaan elit pokitik. Sejumlah Negara di Afrika juga mengalami kondisi ini. 
Belum lagi negara di Amerika Selatan dan Tengah seperti Haiti.
 
Karena itu,  adalah penting menjaga perdamaian dan menghindari konflik.  Keberagaman adalah satu keniscayaan. Keberagaman adalah anugerah Allah yang Maha Esa. Kita bersyukur atas adanya keberagaman. Sebagai permisalan,  di dalam susunan konsonan dan vokal huruf alphabet,  bila semuanya huruf 'i' atau huruf 'a ', pasti tidak menarik.

Pada keniscayaan itu,  kita juga perlu wajib menghindari konflik. Konflik biasanya muncul karena pemikiran,  ucapan,  dan perbuatan. Pemikiran marxis komunis kemudian diterjemahkan dalam perbuatan hingga memunculkan revolusi sosial.  Pemikiran fundamentalis sering memunculkan radikalisme. Semuanya  kontraproduktif.

Demikian maka,  sebagai warga bangsa,  mrnyambut ungkapan presiden pada hari perdamaian dunia, adalah penting menjadikan perdamaian itu sebagai keniscayaan dalam keberagaman. (WK/ARN)

Tentang Penulis

Widhie Kurniawan

Kapuspem RRI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00