• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Serius Garap Potensi Sagu, Pemkab Lingga Gandeng BPPT

29 May
20:27 2016
0 Votes (0)

Serius Garap Potensi Sagu, Pemkab Lingga Gandeng BPPT

 

KBRN, Tanjungpinang: Pemerintah Kabupaten (pemkab) Lingga, semakin serius mewujudkan menjadi daerah lumbung pangan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Untuk itu, setelah melakukan pencetakan ratusan hektar sawah dari rencana 3000 hektar lahan, Pemkab Lingga kini menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terkait teknologi pengolahan sagu. 

Hari ini, Senin (30/05/2016), Bupati Lingga, H. Alias Wello diagendakan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kepala BPPT, Dr. Ir. Unggul Priyanto, M.Sc di Hotel CK Tanjungpinang, ibukota provinsi Kepri. Penandatanganan MoU tersebut, merupakan tindaklanjut dari kunjungan Bupati Lingga ke Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek) BPPT, Serpong, Senin (04/04/2016) lalu. 

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat bekerjasama dalam bidang pengkajian, penerapan, dan pemasyarakatan teknologi untuk mendukung pembangunan daerah Kabupaten Lingga.

“Alhamdulillah, kami dengan BPPT memiliki semangat yang sama untuk memantapkan ketahanan pangan nasional. Kebetulan, kami memiliki sumber daya alam yang melimpah, khususnya tanaman sagu, tapi miskin sumber daya manusia. Oleh karena itu, kami menggandeng para perekayasa BPPT,” ungkap Alias di Tanjungpinang, Minggu, (29/5/2016).
 
Menurut dia, selain mengembangkan tanaman padi melalui pencetakan sawah, Pemerintah Kabupaten Lingga juga concern terhadap potensi tanaman sagu yang belum tersentuh teknologi pengolahan. Apalagi, sagu juga merupakan tanaman penghasil karbohidrat potensial yang memiliki nilai gizi yang tidak kalah dengan bahan pangan lainnya.
 
“Sebagai daerah kepulauan yang selama ini memiliki ketergantungan bahan pangan dari daerah lain, kita perlu pengembangan sumber karbohidrat alternatif, seperti sagu yang memang sudah tumbuh secara turun temurun di Lingga,” ujarnya.
 
Potensi lahan sagu yang tumbuh secara alami dalam bentuk hutan di Kabupaten Lingga, sambung Awe panggilan akrab Bupati Lingga ini, mencapai luas sekitar 2.700 hektar. Lahan seluas itu, tersebar di dua belas desa dengan jumlah tempat pengolahan sekitar 140 unit.
 
“Jumlah produksi sagu Lingga saat ini, sekitar 7.898 ton per tahun. Rinciannya, sagu kotor 7.038 ton, sagu bersih 620 ton dan sagu kering 240 ton per tahun. Sistem pengolahannya masih sangat tradisional, sehingga mutu dan kualitas produknya masih kurang maksimal,” ungkapnya.
 
Sementara itu, Perekayasa di Pusat Teknologi Agroindustri BPPT, Prof. Dr. Bambang Haryanto, MS yang ikut mendampingi Kepala BPPT, menyambut baik gagasan Bupati Lingga, H. Alias Wello yang concern pada program penguatan ketahanan pangan dengan memberdayakan sumber pangan lokal.
 

“Sagu itu memiliki kandungan gizi yang tidak kalah dengan bahan pangan lainnya seperti beras, jagung, singkong maupun gandum. Sagu juga tidak memiliki efek negatif bagi usus. Karena itu, sagu dapat menjadi probiotik yang berguna untuk melancarkan pencernaan,” jelasnya.(Gus)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00