• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Pemko Tanjungpinang Manfaatkan Bantuan Permodalan Dari Kemenkop dan UKM

18 February
15:17 2017
0 Votes (0)

KBRN, Tanjungpinang : Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan, 60 persen perekonomian di Kota Tanjungpinang digerakkan oleh sektor ekonomi menengah ke bawah. Untuk itu perhatian serius harus diberikan kepada para pedagang kaki lima, koperasi dan pengusaha kecil menengah lainnya agar bisa terus berkembang.

Apalagi saat ini sudah ada bantuan yang ditawarkan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementrian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM) RI, yang harus dimanfaatkan oleh pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UKM dan dinas terkait lainnya. Karena program bantuan ini sangat membantu masyarakat terutama yang bergerak disektor usaha kecil dan menengah untuk mendapatkan bantuan modal.

“Saya sudah minta Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM untuk proaktif memanfaatkan bantuan permodalan Kementerian Koperasi dan UKM RI. Karena ini sangat bermanfaat sekali untuk keberlangsungan para pengusaha UKM,” kata Lis Darmansyah di Tanjungpinang Sabtu (18/2/2017) pagi.

Saat ini produk UKM di Tanjungpinang sudah ada yang beredar ke luar negeri, hanya saja pelaku usaha masih terkendala pemasaran dan kemasan yang membutuhkan modal cukup besar. Jika UKM ini dibina dan dikelola dengan baik, maka akan menghasilkan suatu produk yang dapat diandalkan.

Untuk itu Walikota Lis Darmansyah memerintahkan kepada Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM serta instansi terkait lainnya segera melakukan pertemuan dengan pihak koperasi dan pelaku usaha kecil dan menengah yang ada di Kota Tanjungpinang, guna menindaklanjuti program bantuan dalam pembiayaan permodalan melalui LPDB dari Kementerian Koperasi dan UKM RI.

“Bila ini ditindaklanjuti oleh dinas terkait, UMKM pasti akan maju dan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di daerah, khususnya Kota Tanjungpinang,” yakinnya.

Lis juga berharap agar Kementrian bisa memberikan sistem persyaratan dan prosedur yang paling mudah bagi pelaku usaha untuk mendapatkan bantuan dana tersebut.

“Kalau ada bantuan pinjaman seperti ini, pencairannya jangan bertele-tele. Kadang saat sosialisasi bagus, tapi saat ingin mengajukan pinjaman masyarakat dibikin bingung dengan aturan-aturan yang ada,” tutupnya.(AW)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00