• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

TPID Tanjungpinang Harus Berinovasi Tekan Inflasi

20 January
13:06 2018
0 Votes (0)

KBRN, Tanjungpinang : Di awal tahun 2018 Kota Tanjungpinang mengalami kenaikan harga Sejumlah komoditas bahan pangan, di antaranya cabai rawit, cabai hijau, kubis, buncis, tomat, bayam dan lain-lain.

Kenaikan harga ini disebabkan Kota Tanjungpinang bukan daerah penghasil sehingga harus mendatangkan komoditas tersebut dari luar daerah seperti Jawa dan Sumatera.

“Tanjungpinang itu sangat bergantung terhadap daerah luar untuk komoditas pangan. Jadi kalau di Jawa dan Sumatera harga sayur dan cabe naik maka otomatis berimbas juga ke Kota Tanjungpinang,” ungkap Plh. Walikota Tanjungpinang Riono, Sabtu (20/1/2018)

Sementara untuk komoditas ikan diperkirakan akan terus memberikan inflasi bagi Kota Tanjungpinang hingga pertengahan bulan Februari. Hal ini disebabkan cuaca ekstrim di Kepri yang masih terus berlangsung membuat pasokan ikan dari Anambas ke Tanjungpinang menjadi terkendala.

Sedangkan komoditas beras, Bulog sub Divre Tanjungpinang menjamin ketersediaanya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Tanjungpinang hingga 4 bulan kedepan dengan harga yang masih relarif normal. Begitu juga dengan gula.

Berdasarkan data BPS, Inflasi Kota Tanjungpinang di tahun 2017 sebesar 3,37 persen, meningkat 0,31 % dari tahun sebelumnya. Namun masih lebih rendah dibandingkan Batam, Provinsi Kepulauan Riau dan nasional.

Oleh karena itu, Riono meminta agar TPID terus mencermati peningkatan inflasi dan melakukan berbagai inovasi dan upaya menekan inflasi guna meningkatkan daya beli masyarakat Tanjungpinang.

“Bagaimana kita mampu mengontrol stabilitas harga salah satunya karena kecukupan pasokan. Ketika nanti stok berkurang harga menjadi tidak stabil. Maka berlakulah hukum ekonomi disitu. Untuk itu kita juga berharap kepada para pengusaha agar mengikuti alur-alur distribusi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” tutup Riono. (AW)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00