• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Setegah Ton Produk Mengandung Babi Dimusnahkan

24 January
14:38 2020
0 Votes (0)

KBRN, Tanjungpinang; Setegah ton lebih produk yang mengandung babi dari China dimusnahkan oleh Karantina Pertanian Tanjungpinang dengan cara di bakar di tempat pembakaran kantor Karantina, Jalan RE Martadinata, Kijang Lama, Tanjungpinang, Jumat (24/1/2020).

Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang Donni Muksydayan mengatakan, Penegahan ini berkat sinergi dengan instansi terkait seperti (Bea Cukai, AVSEC, Syahbandar, Polisi Pelabuhan, dan dukungan dari pihak Pelabuhan selama libur Natal Tahun Baru sampai menjelang Imlek 2020 berhasil melakukan penegahan komoditas pertanian wajib periksa karantina dari luar negeri ke Indonesia.

“Barang tegahan ini berasal dari barang bawaan penumpang, cargo kapal yang masuk ke wilayah Indonesia (Kepri) namun tidak melalui peraturan dan prosedur yang berlaku,” Kata Donni Muksydayan

Dikatakannya, Sebagian besar juga barang yang ditegah ini merupakan barang yang dilarang pemasukannya terutama produk yang mengandung babi dari China terkait sedang merebaknya penyakit African Swine Fever (ASF) di negara tersebut.

“Kali ini terdapat cukup banyak komoditi yang akan dimusnahkan, terdiri dari olahan daging. Rata-rata komoditi hasil tegahan merupakan barang yang berasal dari negara tetangga yaitu Tiongkok, Malaysia dan Singapura,” katanya

Donny menerangkan, bahwa tindakan penegahan dan pemusnahan ini penting dilakukan demi melindungi Indonesia dari penyebaran dan penyakit-penyakit yang bersumber dari hewan dan tumbuhan dari negara tetangga. 

“Tindakan pencegahan dan pemusnahan ini sangat penting . Tujuannya untuk mencegah potensi media pembawa penyakit dari luar negeri masuk ke Kepri. Penyakit yang bersumber dan dari produk ini,”terangnya

Selain itu juga dalam upaya menegakan aturan dan mengedukasi warga Negara asing untuk tidak sembarangan membawa barang  bawaan yang dilarang pemasukannya ke Indonesia.
Serta memberikan informasi kepada masyarakat Indonesia yang dari luar negeri untuk tetap patuh kepada aturan perkarantianaan.

“Tindakan pemusnahan dilakukakan karena pemasukanya tidak melalui prosedur dan aturan yang berlaku,” tutupnya (RB)

  • Tentang Penulis

    RISFAN BADRIAN

    Bahagia bukan milik dia yg hebat dalam segalanya, namun dia yg mampu temukan hal sederhana dalam hidupnya dan tetap bersyukur.

  • Tentang Editor

    RISFAN BADRIAN

    Bahagia bukan milik dia yg hebat dalam segalanya, namun dia yg mampu temukan hal sederhana dalam hidupnya dan tetap bersyukur.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00