• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

14 orang Ditetapkan Tersangka Aksi Rusuh 23 September 2019 Wamena

10 October
10:09 2019
0 Votes (0)

KBRN-Wamena : Kepolisian Polres Jayawijaya saat ini telah mengamankan 14 orang tersangka pelaku kerusuhan 23 September 2019 lalu. Semuanya telah ditahan Polres Jayawijaya untuk selanjutnya akan ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kapolres Jayawijaya AKBP. Tonny Ananda Swadaya saat melakukan press conference di Mako Polres kemarin mengungkapkan, pihaknya telah berhasil menangkap 14 tersangka pelaku  kerusuhan 23 September lalu dan 10 orang diantaranya berstatus tahanan, sedangkan 2 orang sedang dalam perawatan di klinik Polres Jayawijaya, sementara 2 orang masih ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang atau DPO.

“ Bagi tersangka yang telah ditetapkan akan dikenakan 3 Pasal yakni dantaranya Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukum 5 tahun Pasal 160 KUHP dengan acaman hukuman 6 tahun dan Pasal 187 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara karena mereka melakukan pembakaran “, jelas Kapolres Ananda.

Diakuinya,  dalam melakukan aksinya pada tanggal 23 September lalu para tersangka menggunakan barang-barang tajam seperti parang pisau, panah, kapak dan juga batu yang dipakai untuk melempar mobil serta kaca juga bensin yang diisi dalam jerigen.  Sehingga Polres Jayawijaya akan menggali lebih dalam lagi dari 14 orang yang ditahan saat ini untuk mencari dan menemukan otak intelektual dibalik kerusuhan 23 September 2019 lalu.

Dikatakan,  untuk menjamin keamanan bagi seluruh masyarakat yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Jayawijaya pihaknya telah menempatkan personil pada pos-pos strategis baik itu di dalam kota dan juga di pinggiran kota dengan jarak penempatan 500 meter.

Menurutnya,  dari hasil penyidikan peran dari masing-masing tersangka,  ada yang langsung menjadi aktor pembakaran, aktor pembunuhan, juga  yang menjadi koordinator lapangan penggerak massa aksi pada 23 September lalu.

 “ Mereka ini tidak hanya berasal dari masayarakat biasa saja melainkan ada yang berasal dari pelajar, ASN,  juga Mahasiswa yang ikut terlibat langsung dalam aksi rusuh ini. Bagi tersangka yang telah ditetapkan nantinya ada bantuan hukum dan pendampingan yang diberikan selama proses berjalan “, jelas Kapolres Tonny//.-


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terpopuler

Berita Terfavorit

00:00:00 / 00:00:00