• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Adat Bakar Batu Tandai Kesepakatan Damai di Wamena Pasca Rusuh

18 October
07:26 2019
0 Votes (0)

KBRN-WAMENA  : Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Jayawijaya mempertemukan masyarakat asli Jayawijaya dan masyarakat Non Papua.

Pertemuan yang dilaksanakan di halaman kantor LMA Jayawijaya kemarin yang dihadiri langsung Kapolda Papua Irjen. Paulus Waterpauw dan  Pangdam VIII Cenderawasih Mayjen. Herman Asaribab, Bupati Jayawijaya John Banua serta Forkopimda Jayawijaya.

Pertemuan itu bertujuan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di Jayawijaya sekaligus permintaan maaf kepada Paguyuban yang menjadi korban baik jiwa maupun materi,  sekaligus meminta aparat keamanan untuk terus melakukan upaya hukum bagi para pelaku.

Dalam kesempatan itu perwakilan dari Paguyuban Nusantara Jayawijaya Iswardi menyampaikan 6 pokok permintaan kepada masyarakat Adat Jayawijaya diantaranya masyarakat nusantara yang menjadi korban menerima permintaan maaf dari masyarakat adat Jayawijaya,  rasa takut harus diakhiri secara persuasive.  Selain itu sikap saling curiga diantara masyarakat harus diakhiri, dan meminta warga yang mengungsi untuk kembali,  proses hukum para perusuh harus tetap berjalan, dan memberikan dukungan kepada Pemerintah Daerah dalam pemulihan Wamena secara bertahap.

Sementara itu mewakili masyarakat Adat Hubula dan Mukoko Agus Nikilik Huby menjelaskan, kejadian yang terjadi sudah menjadi tanggungjawab pihaknya sehingga sangat layak jika dilakukan pertemuan untuk menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban. Menurutnya,  solusi yang sudah diambil dan disepakati bersama oleh masyarakat adat adalah bersama-sama bergandengan tangan menjaga kedamaian di Jayawijaya.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan,  hari ini Lembaga Masyarakat Adat Jayawijaya berkoordinasi dengan Aparat dan Pemda Jayawijaya untuk melakukan pertemuan ini.

" Karena waktu lalu pertemuan hanya dilakukan dengan Ketua Paguyuban dan masyarakat Adat ini mau untuk mereka juga dihadirkan,  sehingga saat ini dipertemukan untuk menyampaikan isi hatinya secara adat", Kata Kapolda Paulus.

Pada pertemuan itu, dari pihak Paguyuban Nusantara juga menyampaikan secara tulus untuk menerima permohonan maaf,  sehingga itu artinya sudah ada pertemuan antara Adat dengan Paguyuban Nusantara, yang menjadi momen yang baik dalam penyelesaian permasalahan yang terjadi di Jayawijaya, terutama dalam kota Wamena.

Menurut Kapolda Paulus, pihak keamanan akan membantu dengan upaya menguraikan masalah yang ada dalam pikiran masing-masing,  namun apabila terkait  Pemerintahan,  nantinya ada Bupati yang bisa mengakomodir itu.

Ditempat yang sama Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengatakan, Pemerintah sangat memberikan apresiasi kepada LMA Jayawijaya yang bisa mengumpulkan semua masyarakat baik itu dari adat maupun dari warga Paguyuban Nusantara untuk mencari solusi serta untuk menjaga keamanan di Jayawijaya.

Menurutnya,  melihat apa yang dilakukan oleh LMA saat ini bisa mengakomodir semua gagasan dan pikiran dari masyarakat sehingga permohonan maaf yang disampaikan ini bisa benar-benar dijalankan di Kabupaten Jayawijaya dan kedepan tidak terjadi lagi,  karena Pemda Jayawijaya sangat berharap agar masyarakat kembali bersatu. 

" Tidak ada perbedaan antara suku yang satu dengan suku yang lain,  sebab masyarakat yang hidup di Jayawijaya ini bertujuan untuk membangun Kabupaten ini dengan menjaga hubungan kekeluargaan, agama, dan Ras, sehingga apapun itu marilah dipelihara di Jayawijaya ini///.-

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00