• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Pemkab Tolikara serahkan Bantuan Bagi Mahasiswa

25 October
16:51 2019
0 Votes (0)

KBRN - Sentani :  Pemkab Tolikara menyalurkan dana bantuan studi akhir dan dana studi langka bagi para mahasiswa asal Tolikara yang menyebar di setiap daerah di seluruh Indonesia.

Demikian dikatakan Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan SDM Setda Kabupaten Tolikara (Kabag), Yunius Tabuni, S.STP saat ditemui awak media di Sentani, Kamis (24/10/2019) kemarin. 

“Pemkab Tolikara sedang menyalurkan bantuan beasiswa bagi mahasiswa di wilayah timur, tengah dan barat yang terdata berjumlah 27 korwil. Selain dana bantuan studi akhir dan dana studi langka, kami juga menyalurkan dana bantuan pemondokan” ungkap Yunius Tabuni

Dikatakannya, dana bantuan ditransfer langsung ke rekening masing-masing mahasiswa dengan jumlah bervariasi sesuai jurusan dan tingkat pendidikan. Untuk studi langka seperti kedokteran, penerbangan dana bantuan diberikan sejak semester III sedangkan jurusan umum diberikan satu kali yakni pada semester akhir.

"Harapan kami, adik-adik mahasiswa bisa menggunakan dengan baik uang ini sesuai dengan kebutuhan kuliahnya sehingga bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu dan kembali membangun daerah. Seperti biaya pemondokan, harus digunakan betul untuk bayar tempat tinggal, jangan sampai disalahgunakan untuk kebutuhan lain,” tegasnya.

Yunius Tabuni juga menjelaskan, biaya kuliah para mahasiswa sepenuhnya merupakan tanggung jawab setiap orang tua. Pemerintah pada dasarnya hadir untuk membantu meringankan beban kuliah melalui bantuan beasiswa dan bantuan lainnya.

“Jadi jangan sampai ada kesalahan pengertian bahwa biaya kuliah sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Itu tidak benar. Orang tua punya tugas melahirkan dan mendidik anak termasuk menangnggung biaya kuliah, pemerintah siap mendukung melalui bantuan dana beasiswa, biaya pemondokan dan mendirikan asrama,” jelas Yunius Tabuni.

Sebelum menyalurkan dana bantuan, pihaknya terlebih dahulu melakukan pendataan mahasiswa di setiap kota studi. Dalam kegiatan pendataan tersebut, pihaknya bertemu dan melihat secara langsung kondisi para mahasiswa, sekaligus bisa berdialog dan mendengar berbagai persoalan yang mereka alami.  

“Pendataan mulai dari semester bawah sampai semester akhir agar kami punya data base dan bisa mempersiapkan anggaran untuk beasiswa ke depan. Dari kegiatan pendataan juga diketahui ternyata ada mahasiswa yang telah selesai kuliah tetapi namanya masih tercantum sebagai penerima beasiswa. Jadi persoalan seperti ini kami atasi agar ke depan tidak terulang. 

Menurutnya tahun ini (2019) merupakan tahun terakhir penyaluran beasiswa studi akhir dan beasiswa studi langka bagi mahasiswa Tolikara. Mulai tahun 2020, bantuan tersebut akan diganti dengan beasiswa kepada seluruh mahasiswa berdasarkan standar Indeks Prestasi (IP).

“Beasiswa diberikan kepada semua mahasiswa berdasarkan nilai yang nanti akan kami tetapkan agar tidak menimbulkan kesenjangan atau rasa tidak adil diantara mereka,” tutur Yunius Tabuni. 

Dijelaskannya pula, bantuan beasiswa studi akhir dan studi langka bagi serta biaya pemondokan putri-putri Tolikara dimulai sejak periode pertama Bupati Usman G. Wanimbo, SH.,M.Si hingga sekarang. Guna mengurangi beban kuliah Pemkab Tolikara juga dengan membangun asrama bagi para mahasiswa.
“Ini merupakan sebuah bentuk kepedulian yang besar terhadap putra-putri asli Tolikara, dalam mempersiapkan generasi Tolikara yang berkualitas. Selain menyalurkan dana beasiswa dan biaya pemodokan, saat ini Pemkab Tolikara juga sedang membangun Asrama Mahasiswa di beberapa Kota Studi diantaranya di Kota Manado dan Kota Jayapura,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Yunius Tabuni juga meminta agar para mahasiswa eksodus asal Tolikara segera kembali ke kota studi masing-masing. Ditegaskannya, masa depan generasi muda harus dipersiapkan sebaik mungkin sejak awal agar kelak bisa membangun Papua khususnya Kabupaten Tolikara.

“Kami dari bagian ekonomi dan pembangunan bidang SDM kami meminta adik-adik mahasiswa sekalian untuk kembali ke kota studi masing-masing agar bisa selesaikan kuliah. Adik-adik bisa berpikir positif untuk masa depan, bagaimana bisa bekerja dan membangun daerah agar bisa bersaing dengan daerah lain,” himbu Kabag Yunius tabuni. 

Selanjutnya dikatakan, peningkatan pembangunan SDM merupakan salah satu program prioritas dari upaya Pemerintah Kabupaten Tolikara di bawah kepemimpinan Bupati Usman G. Wanimbo, SE.,M.Si dan Dinus Wanimbo, SH.,MM saat ini. 

Langkah yang ditempuh antara lain, membangun sekolah unggulan berpola asrama, menyediakan akses pendidikan bagi anak-anak daerah yang memiliki bakat dan potensi untuk kualifikasi pendidikan tertentu seperti pilot, kedokteran dan theologi.

“Pemkab Tolikara juga mengirim siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan sarjana bidang tertentu baik di dalam dan maupunn di luar negeri. 

Keseriusan Pemkab Tolikara dalam pembangunan sektor SDM putra-putri daerah bahkan dilakukan sejak anak masih dalam kandungan yakni melalui Program Asupan Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Dalam program ini, setiap ibu hamil dan bayi diberikan asupan makanan bergizi dan pelayanan kesehatan setiap hari hingga anak umur 2 tahun.  

“Program pelayanan Gizi 1000 HPK di Kabupaten Tolikara berjalan sejak tahun 2014 dan hingga saat ini. Dengan asupan makanan bergizi dan kesehatan yang terjamin, maka tubuh dan otak anak juga akan berkembang baik. Jadi ini merupakan sebuah program unggulan pembangunan SDM putra-putri asli Tolikara,” pungkasnya.[Diskominfo Tolikara]

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00