Cegah Klaster PTMT di Cimahi , Satgas Covid-19 Tingkatkan Pengawasan

KBRN, Cimahi : Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang diterapkan disejumlah sekolah di Cimahi,  hingga saat ini terpantau berjalan dengan tertib dan lancar, karena semua sekolah dengan ketat menjalankan protokol kesehatan.

Belum ada terpantau kasus paparan Covid-19 yang tejadi di lingkungan sekolah selama proses belajar mengajar. Namun untuk orang tua siswa masih terpantau ada yang bergerombol di depan pintu gerbang sekolah, tanpa menjaga jarak pada saat menjelang siswa bubaran sekolah, seperti di komplek sekolah SD Negeri Citeureup di Jalan Encep Kartawirya Cimahi.

Pelaksana tugas Walikota Cimahi Ngatiyana ketika dikonfirmasi RRI memastikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka transisi  di Kota Cimahi masih dilanjutkan.

" Sejauh ini belum ada laporan kemunculan kasus covid-19 di lingkungan pendidikan sejak PTM dimulai disekolah-sekolah," ujarnya, saat ditemui usai membuka sarasehan pendataan keluarga, di Aula Gedung A Pemkot Cimahi di Cibabat, Kamis (23/9/2020).

Menurut Ngatiyana, sebagai antisipasi anak yang mengikuti PTM diberlakukan hanya masuk satu hari dalam seminggu, dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

"Kemudian pelaksanaan PTM tersebut akan dievaluasi selama sebulan, untuk melihat perkembangannya seperti apakah ada masalah yang timbul dalam pelaksanaan atau penyempurnaan-penyempurnaan. Kalau ternyata dalam evaluasi  ada muncul siswa atau guru yang terpapar Covid-19 maka kegiatan PTM dapat dihentikan," ungkapnya.

Namun bila pelaksanaannya berjalan lancar maka PTM di Cimahi dapat dilanjutkan terus, apabila tidak menimbulkan klaster-klaster baru.

"Saya berharap adanya peningkatan kesadaran siswa dalam menjalankan protokol kesehatan maupun dari orang tua siswa maupun keluarga yang menjemput atau menunggu anaknya diluar lingkungan sekolah agar tetap menjaga jarak dan memakai masker," tegasnya.

Hal serupa ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Hardjono. "Belum terlapor kasus Covid-19 baru di lingkungan pendidikan. Adapun kasus lama sebelum PTMT dimulai dan sudah dinyatakan sembuh," ujarnya.

Pihaknya membagi masa PTMT dalam dua tahap. "September ini kita evaluasi, bagaimana kalau ada kasus bisa dihentikan. Tapi kalau berjalan baik kita lanjutkan apabila tidak ada  kemunculan kasus di lingkungan sekolah baik siswa maupun guru. Nanti evaluasi lagi bulan Oktober," jelasnya.

Menurut Hardjono, pelanggaran prokes yang terjadi pada awal PTMT terutama kerumunan orang tua pada saat antar-jemput siswa.

"Hanya kerumunan saja, tapi di awal pelaksanaan saja. Dari tim satgas kelurahan juga ikut mengawasi, sekarang sudah lebih disiplin lagi.  Semua sepakat bahwa kesehatan yang utama dan berkegiatan di sekolah selama PTMT dengan pelaksanaan protokol kesehatan dengan ketat," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00