Henki Apresiasi Prestasi Santri Di KBB

Peringatan Hari Santri di Kabupaten Bandung Barat (Foto:Amelia Hastuti/RRI)

KBRN, Cimahi : Plt Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan meminta momentum Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober, harus menjadi spirit dalam menjaga ideologi bangsa dari rongrongan yang ingin memecah belah NKRI. 

Apalagi tema yang diusung pada peringatan kali ini, yakni Santri Siaga Jiwa dan Raga. Artinya santri harus menjaga kesucian dan syariat Islam serta siaga menjaga ideologi bangsa untuk ikut bangkit dan bersama-sama hadapi pandemi COVID-19.

Dulu santri berjuang untuk kemerdekaan, sekarang santri juga harus jadi garda terdepan ketika ada pihak-pihak yang ingin merusak ideologi bangsa dan memecah belah NKRI.

Hal itu diungkapkan Hengki Kurniawan , pada peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Bandung Barat, di Ngamprah , Jum'at  (22/10/2021).

Pada kesempatan itu, Hengki memberikan kabar gembira bagi para guru ngaji di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang tahun ini akan mendapatkan bantuan insentif.

Sebelumnya hibah ke MUI sudah diberikan beberapa waktu lalu senilai Rp3,5 miliar, sementara untuk guru ngaji baru disiapkan dianggaran APBD perubahan ini yang totalnya mencapai 3 miliar rupiah.

"Untuk total guru ngaji yang terdata ada sekitar 10.000, namun nantinya akan dilakukan verifikasi oleh MUI kecamatan dan desa, berapa yang akan mendapatkan bantuan insentif," ujarnya.

Sementara bantuan hibah ke MUI yang telah disalurkan masing-masing untuk MUI kabupaten Rp 350 juta, MUI kecamatan 25 juta, dan  MUI desa 15 juta rupiah, sedang  untuk DKM Masjid Agung Ash-Shiddiq 275 Juta Rupiah.

"Insentif untuk guru ngaji tahun ini diberikan, besarannya total Rp 3 miliar dan nantinya dibagi sekian ribu guru ngaji yang telah terverifikasi," sebutnya.

Sementara itu, Hengki menilai santri di KBB memiliki potensi besar untuk bisa berkontribusi dalam pembangunan. Untuk itu pihaknya bakal mendorong pengembangan pondok-pondok pesantren yang ada, agar santri di KBB bisa maju menyesuaikan dengan perkembangan jaman. 

"Banyak anak-anak usia produktif di berbagai ponpes yang ada di KBB. Itu menjadi peluang untuk memanfaatkan bonus demografi, agar santri-santri muda ke depan bisa menjadi orang-orang besar yang ikut membangun KBB," harapnya.

Disinggung soal prestasi para santri dari KBB, Hengki menyebutkan cukup membanggakan. Sebab ada beberapa prestasi yang diraih, seperti dalam STQ, juara pencak silat tingkat nasional antara pondok pesantren dimana KBB juara satu, dan beragam prestasi lainnya. "Itu membuktikan bahwa santri asal KBB punya prestasi di luar akademik," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00