Kota Cimahi Launching Aplikasi Layanan Kependudukan dan Catatan Sipil

Plt Walikota Cimahi Ngatiyana melaunching layanan aplikasi kependudukan dan catatan sipil di Cimahi (Foto:Amelia Hastuti/RRI)

KBRN, Cimahi : Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi meluncurkan aplikasi  Sipade (Sistem Informasi Adminduk Data Elektronik) dan Sibenar (Sistem Informasi Perubahan Elemen Data dari Rumah), serta inovasi Semeru (Salamat Membentuk Keluarga Baru). 

Melalui aplikasi masyarakat akan mendapat kemudahan pelayanan pengurusan administrasi kependudukan, tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil Kota Cimahi.

Peluncuran aplikasi Sipade dan Sibenar dilakukan oleh PLT Walikota Cimahi Ngatiyana dan disaksikan Kepala Disdukcapil Jawa Barat Dady Iskandar,  berlangsung di Aula Gedung A Pemkot Cimahi Jalan Rd. Demang Hardjakusumah, Jumat (22/10/2021).

"Hari ini launcing aplikasi Sipade, Sibenar, dan inovasi Semeru. Semeru ini artinya selamat membentuk keluarga baru, artinya bagi masyarakat yang melaksanakan pernikahan, otomatis KK (kartu keluarga) yang lama diganti dengan yang baru, begitu juga KTP-nya baru karena ada perubahan status. Sehingga dengan Semeru ini mereka yang nikah bisa langsung dapat KK dan KTP baru," ungkap Plt. Wali Kota Cimahi, Ngatiyana

Menurutnya, pelayanan administrasi kependudukan cukup dirumah dengan memanfaatkan aplikasi Sipade dan Sibenar.

"Masyarakat tidak perlu keluar rumah  untuk melakukan perubahan KK, pindah datang dalam Kota Cimahi, dan layanan akta kelahiran. Masyarakat akan mendapatkan hasil layanan dalam bentuk file Pdf yang dikirim melalui email, dan dicetak menggunakan kertas HVS," terangnya

"Kemudahan-kemudahan ini diberikan kepada masyarakat. Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi masyarakat, tidak perlu repot mondar mandir, cukup mengginakan aplikasi, setelah selesai baru kita ambil. Ini adalah salah satu inovasi yang diberikan oleh Pemkot Cimahi dalam hal ini Disdukcapil," tambahnya.

Pemanfaatan teknologi menggunakan gadget dan internet pada setiap proses  penyelenggaraan pemerintah kata ngatiyana,  merupakan kebutuhan yang mendesak, apalagi dalam era otonomi daerah, yaitu dalam rangka melayani masyrakat secara cepat untuk memenuhi kebutuhan administrasi kependudukan.

"Dengan pelayanan online administrasi kependudukan ini menjadi antusias bagi masyarakat, petugas kecamatan, serta kelurahan, sehingga pelayanan lebih cepat dan mudah," ujarnya.

Kepala Disdukcapil Kota Cimahi, Ipah Latifah menjelaskan, untuk bisa menggunakan aplikasi Sipade dan Sibenar ini, masyrakat harus mengunduhnya terlebih dahulu di play store

"Kalau sudah ada linknya ikuti langkah-langkahnya, masukan persyaratan-persyaratannya. Nanti petugas akan memprosesnya," ujarnya

Ipah menyebutkan,  persyaratan administrasi kependudukan kini sudah dipermudah. Hal itu sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) 96 tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil.

"Kalau  dulu persyaratnnya ada 10 item, sekarang dengan Perpers nomor  96, ada yang hanya 4 item, ada juga yang tinggal 3 item, jadi disederhanakan. Persyaratnnya nanti dikirimkan, fotonya di scan karena fotonya harus yang asli. Jadi nanti memasukan persyaratan jangan fotokopi yangg buram dan sebaginya, nanti di kita juga susah untuk memprosesnya," beber Ipah.

Upah memgakui, terkadang ada masyarakat yang menyebutkan prosesnya lama. "Sebenarnya itu bukan semata-mata dari kita, ada dari masyrakatnya memberikan persyaratan yang memang susah untuk diproses. Ada yang ngirim dokuman malah tangan yang ke foto, otomatis kita harus komunikasi lagi dengan mereka, untuk membetulkannya. Kadang kita juga chat langsung orangnya, kalau persyaratannya kurang. Masyarakat harusnya  cepat merespon," terangnya.

"Nah ini kita juga butuh kerjasama dengan masyrakat jika ingin menggunakan ini cepat- cepat pelayananya, masyrakat juga cepat aktif untuk merespon kalau ada kekurangan. Kalau sudah lengkap persyaratanya, kalau hari ini dimohonkan, besoknya sudah di proses," ujar Ipah menambahkan.

Diakui Ipah, respon masyarakat dalam menggunakan aplikasi Sipade dan Sibenar cukup bagus. Terbukti sejak uji coba pada Agustus lalu hingga menjelang peluncuran sudah ada  8.684 orang yang sudah menggunakan itu.

"Kita juga sudah sosialisasikan, baik melalui website kita, IG (instagram), kita juga mencetak brosur, liflet dan buku panduan penjelasan bagaimana persyaratan dan proses untuk mengaksesnya," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00