Ternyata Baru Sebagian Kecil Sampah di Kabupaten Bandung Yang Tertangani

Tumpukan sampah di pinggir jalan, kini marak terlihat di hampir semua ruas jalan di Kabupaten Bandung / Foto : Didi Mainaki

KBRN, Soreang : Sebanyak 1.268 ton sampah dihasilkan masyarakat Kabupaten Bandung per harinya. Dari jumlah sebanyak itu, ternyata hanya 300 ton sampah saja setiap harinya yang terangkut.

Itu artinya, baru sekitar 23,6 persen saja setiap harinya yang bisa ditangani. Sementara sisanya dengan jumlah yang lebih banyak yaitu 76,4 persen sampah belum bisa ditangani hingga saat ini.

Tidak heran jika saat ini, tumpukan sampah terlihat di hampir semua titik di Kabupaten Bandung. Akibatnya pula, selain menimbulkan bau tidak sedap, gunungan sampah yang berceceran tersebut tidak elok dipandang mata dan mengganggu estetika.

Dalam siaran persnya yang diterima RRI, Rabu (26/1/2022), Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Asep Kusuma menjelaskan, kurangnya armada pengangkut sampah, menjadi salah satu kendala masalah sampah di Kabupaten Bandung saat ini.

Dijelaskan Asep Kusuma, dari 3,6 juta orang jumlah penduduk Kabupaten Bandung,   armada pengangkut sampah idealnya sekitar 750 unit. Namun yang tersedia dan beroperasi saat ini hanya 109 unit saja.

Selain keterbatasan armada, 31 kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung saat ini hanya dilayani oleh 4 Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) pengelolaan sampah, yang masing-masing melayani 7 sanpai 8 kecamatan.

“Kita memang terkendala armada. Jadi setiap harinya 109 armada hanya bisa mengangkut sampah 280-300 ton per hari. Bukan itu saja, kondisi TPA Sarimukti yang sudah overload, mengakibatkan antrian panjang truk pengangkutan sampah dari masyarakat se Bandung Raya,” ungkap Asep Kusuma.

Sebagai upaya untuk mengurangi sampah, pemerintah tegas Asep Kusuma, telah berkali-kali mengeluarkan program edukasi dan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah. 

Sesuai dengan amanat pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah pasal 12, setiap orang dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga, wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan.

“ Sampah ini tanggungjawab kita bersama, bukan pemerintah saja. Maka saya harap dengan kondisi saat ini, kesadaran bersama harus bangkit dan mengakar menjadi budaya sadar sampah hingga anak cucu,” pesan Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Asep Kusuma.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar