Galuh Pakuan dan PKM FPSD UPI Gelar Workshop "Garap Tari Bertema"

Kerjaaama LAK Galuh Pakuan Dan PKM FPSD UPI Bandung Menggelar Workshop Yang Bertemakan

KBRN, Subang: Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan, bekerjasama dengan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, menggelar Workshop Garap Tari Bertema, bertempat di Karatwan pada Sabtu (25/06/2022).

Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Keuangan, dan Administrasi Umum FPSD UPI, Dr Trianti Nugraheni, yang juga anggota tim PKM mengatakan, workshop ini bertujuan agar para koreografer tari itu bisa berkarya secara total, dalam garap tari bertema.

“Kami Tim Pengabdian kepada Masyarakat, dari Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI Bandung, mengadakan satu kegiatan pendampingan, bagaimana para koreografer itu berkarya menggarap tari, tapi khusus untuk tari bertema,” ujar Dr. Trianti kepada RRI di Subang, Minggu (26/6/2022).

Dr Trianti mengungkapkan, kenapa pihaknya merasa perlu mengadakan workshop Garap Tari Bertema. Dia melihat, suatu fenomena bahwa sekarang ini banyak kreativitas, yang bermunculan di masyarakat, terkait dengan karya tari, yang bersumber dari jaipongan.

“Contoh dari fenomena ini, seperti LAK Galuh Pakuan yang sudah punya serangkaian Festival Kreasi Pasanggiri Jaipongan, dari seri 1 sampai seri 5 yang kemarin. Dari 1-5 ini Galuh itu punya versi, yang macam-macam. Kami melihat ada satu hal yang perlu dipoles, supaya kreativitas peserta dari tahun ke tahun semakin bagus, semakin berkualitas sebagian besar karya tarinya,” tuturnya.

Ia menilai, secara bentuk tarian itu sudah bagus, tetapi ada hal lain, yang masih perlu dipoles tentang bagaimana mereka menggarap isi dari karya itu, supaya lebih bermakna. Trianti juga mengamati, terutama yang di event seri keempat, dan kelima itu, belum banyak koreografer yang bisa memaknai yang sebenarnya, isi dari tari secara benar.

“Kebetulan kami pernah terlibat sebagai juri, jadi nanti hasilnya lebih terarah, lebih berbobot secara kualitas,” imbuh Trianti.

Masih ada lanjut Trianti, tahapan-tahapan workshop berikutnya, yang perlu disampaikan. Yakni pemahaman awal tentang cara teori, apa sih tentang gerak tari itu. Bicara tentang tari, bicara tentang ilmu komposisi, bicara tentang bagaimana cara menggarap tari kelompok. Kemudian bagaimana cara memahami rumpaka yang ada di musik, dan sebagainya. Kemudian nanti koreografer itu, akan mereview karya yang mereka telah buat. Apakah karya yang telah mereka buat sesuai, atau belum arahnya, kesan gerak tari bertema yang seharusnya. 

“Nah nanti kalau sudah jadi, akan ada tahap selanjutnya tahap pendampingan,” jelasnya.

Workshop ini pada intinya diungkapkan Trianti, paling tidak dilakukan dua tahapan, secara teoritis, dan praktis. Kemudian workshop ini digelar di Subang, karena Galuh Pakuan selaku penyelenggara ini ada di Subang.Trianti melihat, paling tidak Subang mesti lebih siap.

“Mestinya begitu, untuk menghadapi even tari bertema. Ya memang kalau di Bandung sudah banyak yang mulai  bisa gerak tari bertema. Kita akan arahkan teman-teman ke Subang supaya lebih siap dalam menghadapi event, untuk menggarap tari bertema,” ucapnya.

Pengasuh Sanggar Soca Niskala Sunda binaan LAK Galuh Pakuan Noviyanti Maulani berterimakasih, atas ilmu yang diberikan oleh Tim PKM FPSD UPI Bandung, melalui workshop ini. Selaku pengasuh sanggar, merasa beruntung bisa mendapatkan keilmuan tari bertema, langsung dari pakarnya.

“Workshop ini sangat berharga bagi kami. Semoga kami dapat menyerap semua ilmu dengan baik dari Tim PKM FPSD UPI Bandung ini, dan dapat meningkatkan kualitas penampilan tari bertema kami di Galuh Pakuan,” kata Novi.

Kasi Kesenian, Disdikbud Subang Ade Intra menyatakan, atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Subang, sangat mendukung sekali acara-acara seperti ini. Karena memang ini acara seperti ini merupakan dasar kita dalam mengembangkan kebudayaan.

“Kita sangat mendukung acara seperti ini, yang mengadakan di luar pemerintah seperti ini. Kita sendiri mungkin, harus dibantu untuk membangun kebudayaan ini di Kabupaten Subang. Intinya, kami sangat mendukung, terima kasih sekali kepada LAK Galuh Pakuan, yang sampai kini sudah buat lima acara budaya Festival pasanggiri jaipongan. terima kasih Kang Raja!” ucap Ade Intra.

Sementara itu, Tim PKM FPSD UPI terdiri dari Ketua Tatang Taryana, M.Sn., Anggota Dr. Uus Karwati, M.Sn. dan Dr. Trianti Nugraheni, M.Si. juga sebagai anggota.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar