Program Makmur Pupuk Kujang Selamatkan Tanaman Petani Ciasem

Tim Makmur Pupuk Kujang Tangani Tanaman Padi Yang Terserang Wereng Dan Penggerek Batang

KBRN, Subang : Tanaman padi seluas 2 hektar, di Ciasem Subang, yang baru berusia 38 hari terserang hama wereng, dan penggerek batang, sehingga terancam gagal panen.

Namun beruntung Tim Makmur Pupuk Kujang sigap, dan membuat pemilik sawah, serta para petani lainnya kembali bisa bernafas lega. 

"Awalnya sempat khawatir, karena wereng merupakan ancaman nyata, namun berkat bantuan dari Tim Makmur Pupuk Kujang, serangan hama bisa ditanggulangi, dan pagi tumbuh baik hingga saat ini," ujar Ketua Bumdes Ciasem Nursoleh Kamis, (14/10/2021).

Nursoleh menyebutkan, tanaman padi tersebut milik H. Muhidin peserta dari Program Makmur Pupuk Kujang, yang menanam padi varietas pandan wangi. Saat ini tanaman padi milik H. Muhidin tersebut sudah berusia 3 bulan, dengan kondisi tanaman sangat baik. Karena setelah terserang wereng dan penggerek batang, mendapatkan perawatan dengan berbagai nutrisi untuk tanaman non subsidi, yang terbukti bisa meningkatkan hasil panen.

"Tanaman itu kita rabuk dengan pupuk Nitrea, NPK 30-6-8 Pupuk Kujang yang legendaris, dan dengan KCL. Dengan berbagai pupuk non subsidi tersebut, tanaman padi tumbuh dengan baik. Sebelumnya para petani disini, menggunakan pupuk bersubsidi," imbuhnya.

Dari hasil perawatan tersebut kata Nursoleh. Tanaman padi tumbuh dengan baik rumpunnya tumbuh lebih banyak, jumlah malai bercabang banyak, merunduk karena bulir-bulir padi tumbuh dengan montok dan lebih bernas.

"Bulir tumbuh hingga punduk malai, kalau padi terkihat tumbuh sebaij ini, kami optimis hasik panen akan sangat baik," terang Nursoleh.

Hasil seperti ini, tentunya membuat para petani lain, mulai menunjukan ketertarikannya untuk mengikuti Program Makmur Pupuk Kujang, hingga saat ini sudah ada sejumlah petani dengan luasan lahan 20 hektar, yang menyatakan bergabung di Program ini.

"Ketertarikan itu muncul setelah petani melihat hasil padi di sawah peaerta Prigram Makmur tumbuh dengan baik dan memuaskan. Karena petani cenderung kepercayaannya timbul setelah melihat hasil petani lain lebih baik dari pada hasil miliknya," jelasnya.

Sementara itu Ia menjelaskan, Progran Makmur Pupuk Kujang diluncurkan Menteri BUMN Erick Thohir.

Sebagai collective agent Program Makmur di Ciasem, Nursoleh sangat paham betul kondisi sawah para para petani peserta Program Makmur Pupuk Kujang. Karena Bumdes diberi peran sebagai verifikator saat pengumpulan data, sosialisasi, pembagian pupuk dan biaya tanam.

"Merupakan upaya peningkatan kesejahteraan petani yang dijalankan Pupuk Kujang Indonesia bersama seluruh anak perusahaannya. Sebelumnya program ini bernama Agrosolution," pungkas Nursoleh.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00