Intani Dukung Petani Ciwidey dan Lembang Ekspor Buncis

Pengurus Intani dan pt Bap serta para petani di ciwidey (dok/RRI)
Komoditi buncis yang akan dieksport (dok/RRI)

KBRN, Bandung : Memperingati Hari Pangan Se Dunia di bulan Oktober, perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) berdialog bersama petani di Kampung Rancagede, Desa Panundaan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung.

Ketua Umum Intani Guntur Subagja Mahardika menuturkan, mengapresiasi terhadap petani dan nelayan yang menjadi pahlawan, ditengah pandemi yang mampu menahan keterpurukan ekonomi.

Pada dialog yang digelar pada 16 Oktober lalu, Ia memotivasi petani di Ciwidey, agar tetap semangat serta produktif di tengah tekanan berat yang dihadapi petani.

"Permasalahan petani adalah tidak adanya kepastian harga saat panen, mahalnya pupuk, dan sulitnya akses permodalan. Ada juga petani yang menyampaikan sudah menerima Kartu Tani tapi belum bisa digunakan,"kata Guntur yang juga menjabat Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI, melalui keterangan tertulisnya, Senin (18/10/2021).

Guntur menjelaskan organisasi Intani berfungsi mengkolaborasikan para petani dengan pasar, modal, teknologi, akademisi, pemerintah dan pemangku kepentingan.

Sementara itu Direktur CV Berkah Alam Pasundan (BAP) Wawan Setiawan menyatakan, salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan petani, adalah kolaborasi Intani dengan CV Berkah Alam Pasundan (BAP), untuk membina petani dan memasarkan hasil pertanian, agar para petani mendapat kepastian harga dan untung. Diantaranya, komoditas yang sudah menembus ekspor adalah baby buncis kenya.

 "Setiap minggu kami kirim ekspor buncis dua kali masing-masing 2 ton, sehingga per bulan sekitar 16 ton. Saat ini kami membina 40 petani yang tergabung dalam lima kelompok Tani di Ciwidey Kabupaten Bandung dan Parongpong Lembang Kabupaten Bandung Barat. Kami sudah menanam 10 hektar di Ciwidey dan Parongpong," terang Wawan.

Kelompok Tani yang sudah bergabung adalah, Agro Mandiri, Wargi Tani, Mekar Tani, Sabilulungan, dan Nengkelan Tani. Umumnya para petani anggotanya menanam sayuran.

Ditempat yang sama, Pengurus Kadin Kota Bandung, Heri C Utomo mengungkapkan, siap berkolaborasi dengan para petani binaan Intani, untuk membuka akses pasar dan permodalan melalui Bank Jabar maupun lembaga lainnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00