Cegah PMK, Perusahaan Ini Jual Sapi Secara Daring

"Karyawan PT. Lintas Nusa menunjukan sapi kurban yang akan dibeli warga, melalui panggilan video," (Foto : Istimewa/ RRI)

KBRN, Tasikmalaya : Berbagai cara dilakukan pedagang sapi kurban, untuk menjaga sapinya terhindar dari Penyakit Mulut dan Kaki (PMK). Salah satunya dengan menjual sapi melalui cara daring.

Cara ini, salah satunya dilakukan PT. Lintas Nusa, perusahaan penggemukan sapi di Kota Tasikmalaya.

Perusahaan ini menjual sapi, dengan cara melakukan panggilan video, dan menunjukan video sapi di situs perusahaan.

Untuk transaksi, Marketing perusahaan juga bertemu pembeli, tidak di kandang. Tetapi di luar, termasuk di Cafe.

"Ya kita bisa menjual sapi tanpa pembeli harus datang ke kandang. Ini terlalu beresiko terhadap penularan PMK. Jadi kita janjian, ketemu diluar, bisa di rumah, atau di cafe. Nanti transaksinya mudah. Jika cocok tinggal transfer saja," kata Doni Rohman Marketing PT. Lintas Nusa kepada RRI, Minggu (25/6/2022).

Untuk keperluan Iduladha, Lintas Nusa menjual sapi lokal dan sapi import, dengan bobot  yang beragam.

"Untuk kurban biasanya bobotnya kurang dari 400 kilogram. Untuk harga kita jual timbang hidup. Untuk sapi kurban, diatas Rp. 74 ribu. Untuk sapi import, Rp. 64 ribu per kilo. Khusus sapi import, kami beri layanan potong gratis," ungkapnya.

Namun demikian, karena ada ketakutan masyarakat akan PMK, penjualan sapi untuk kurban tahun ini jauh lebih sedikit dibanding tahun lalu.

"Saat ini baru 70 ekor, padahal tahun sebelumnya di waktu yang sama, sudah 100 ekor. Ya mudah- mudahan semakin mendekati waktu Iduladha semakin banyak yang beli," ucapnya.

Sementara itu Dian Sri Hayati, warga Perum Baitul Marhamah, Kota Tasikmalaya mengaku, sudah  bisa membeli sapi perusahaan ini.

"Sudah langganan. Jadi meski sekarang harus daring, ya tetap percaya," kata Dian.

Bahkan lanjut Dian, dengan cara ini, jauh lebih mudah bagi para pembeli untuk memilih sapi kurban.

"Apalagi saya perempuan, kadang agak risih kalau harus pilih sapi di kandang. Cara ini justru lebih mudah," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar