Beli Minyak Pakai Aplikasi, Pengamat Ekonomi : Berlebihan

Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan Bandung, Acuviarta Kartabi (Foto: Dok Acuviarta)

KBRN, Bandung : Rencana pemerintah untuk memonitor pendistribusian minyak goreng curah agar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan dengan menggunakan aplikasi peduli lindungi dalam setiap pembeliannya terhitung sejak 11 Juli mendatang, mendapat sorotan dari berbagai pihak, tidak terkecuali Pengamat Ekonomi dari Universitas Pasundan Bandung, Acuviarta Kartabi. 

Menurutnya, langkah yang di ambil pemerintah itu terkesan kaku dan bahkan berlebihan. 

"Kalau menurut saya kebijakan seperti itu tidak perlu bahkan terkesan kaku dan berlebihan untuk minyak goreng curah, "ungkapnya. Kamis (30/6/2022).

Padahal dikatakan Acuviarta, yang lebih harus di perhatikan oleh pemerintah bukan bagaimana pendistribusian ke masyarakat tapi seperti apa tata kelolanya dan bagaimana komitmen pemilik usaha terhadap pemerintah. 

"Yang menurut saya lebih harus di perhatikan bukan masalah gimana pendistribusian sampai ke masyarakat atau tidak, tapi gimana tata kelolanya sudah baik atau belum, bagaimana komitmen pemilik usaha terhadap pemerintah sudah sesuai belum, mengingat Indonesia ini negara terbesar penghasil minyak goreng bukan negara yang ketergantungan impor untuk minyak goreng,"jelasnya.

"Seyogyanya pemerintah mengkaji kembali rencana tersebut, mengingat dampak yang di timbulkan tidak hanya pada saat ini saja. melainkan dampak berkesinambungan apalagi di waktu yang hampir bersamaan, kenaikan harga PLN, Gas, dan pembatasan BBM di berlakukan, jangan sampai kebijakan yang di keluarkan justru mematikan perekonomian yang sudah mulai membaik pasca pandemi covid 19," harapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar