Polres Subang Endus Aroma Dugaan Pungli Pantai Pondok Bali

Retribusi Tiket Masuk Pantai Pondok Bali Tidak Memiliki Dasar Hukum

KBRN, Subang: Polres Subang mengendus adanya dugaan praktik pungutan liar (Pungli) di tiket masuk Pantai Pondok Bali, yang dilakukan sejumlah oknum pemuda Desa Mayangan, dengan modus jual air mineral.

Kapolres Subang AKBP Sumarni mengatakan, untuk menghentikan dugaan praktik pungli tersebut, terlebih dahulu pihaknya menggekar rapat koordinasi, dengan Pemdes Mayangan, Tokoh Masyarakat, Pemdes Legonkulon, Polsek Legonkulon dan Disparpora Kabupaten Subang, Rabu (19/1/2022) kemarin.

"Berdasarkan keterangan dari berbagai pihak, bahwa dugaan praktik pungli itu, dilakukan oleh oknum pemuda, yang banyak dikeluhkan warga, termasuk para tokoh masyarakat juga ikut mendukung kita tertibkan," ujar AKBP Sunarni kepada RRI di Subang, Kamis (20/1/2022).

Sementara itu diungkapkan Kapolres, berdasarkan keterangan dari Kadisparpora Kabupaten Subang, bahwa pantai pondok bali tersebut sudah hampir 2 tahun tidak ada ya g mengelola. Karena menurut Sumarni, jika Pemda dalam hal ini Disparpora memungut retribusi, bisa melanggar aturan, karena tidak ada dasar hukumnya.

"Persoalannya, Pantai Pondok Bali itu selain ada lahan milik pemkab, juga ada milik Perum Perhutani. Katanya pemda mau melakukan lelang dengan pihak ketiga, yang sebelumnya akan dihitung, dan dikaji oleh konsultan dari Appraisal, namun terbentur dengan anggaran, karena pada akhir tahun kemarin tidak ada APBD Perubahan. Mudahan-mudahan saja di tahun ini audah bisa, karena sudah dianggarkan lembali pada APBD 2022 ini," terangnya.

Namun Sumarni meminta kepada Satpol PP, dan Polsek Legonkulon, untuk menempatkan personelnya di lokasi, dan Satgas Saber Pungli juga memasang spanduk, sebagai upaya sosialisasi bagi warga masyarakat.

"Kami tidak bisa menindak mereka, karena pengakuan para oknum pemuda itu, mereka tidak tahu bahwa punutan itu tidak ada dasar hukumnya. Namun kami meminta Satpol PP dan Polsek Legonkulon untuk mengawasinya," pungkas Kapolres.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar