Kasus Asusila, Oknum Kades Divonis 6.6 Tahun Penjara

KBRN,Garut : Pihak keluarga korban pencabulan dengan tersangka oknum kepala desa di Garut, menyesalkan vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Garut. Mereka menilai, vonis yang dijatuhkan ke oknum kepala desa itu terlalu ringan sehingga tak memenuhi unsur keadilan.

"Begitu mendengar putusan majelis hakim pada persidangan yang dilaksaakan secara virtual tadi, kami sangat kaget sekaligus kecewa. Hakim hanya memvonis pelaku dengan hukuman 6,6 tahun dari tuntutan jaksa penuntut umum 13 tahun," komentar ayah korban, Wadin (38), Kamis  (27/1/2022).

Hukuman itu menurut Wadin tak memenuhi unsur keadilan karena terlalu ringan dibandingkan dengan dampak yang dialami korban yang pada saat itu masih di bawah umur. Kini korban selalu terlihat murung dan minder karena ada rasa trauma dan malu yang terus menghantuinya.

Perbuatan pelaku yang tak lain adalah Kepala Desa Talagawangi, Kecamatan Pakenjeng itu juga dinilainya telah merusak masa depan korban. Sebelum mengalami pencabulan, korban aktif mengikuti berbagai kegiatan bahkan korban tercatat sebagai salah satu atlet bola voli yang mewakili Kecamatan Pakenjeng pada ajang Porkab Garut. 

Namun disebutkannya, setelah kejadian itu, korban tak mau lagi keluar rumah apalagi melakukan aktivitas seperti latihan atau bermain bola voli seperti yang biasa dilakukannya. Ia lebih memilih tinggal di rumah dan selalu terlihat murung akibat trauma yang dialaminya.      

"POkoknya kami akan menuntut kepada pihak pengadilan agar benar-benar adil dalam memutuskan hukuman bagi oknum kades yang telah merusak masa depan anak saya. Dampak dari perbuatanya itu sangat besar terhadap anak saya yang kini jadi sangat pemurung sehingga kami menuntut hukuman yang seberat-beratnya, bukan hanya 6,6 tahun karena itu terlalu ringan," katanya saat ditemui di ruang tunggu saksi sidang online di Kantor Kejaksaan Negeri Garut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar