Kasus Asusila, Kasi Pidum : Kami Banding Atas Putusan Hukum PN Garut

KBRN, Garut : Putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Garut atas kasus asusila dengan terdakwa Kepala Desa Talagawangi, Kecamatan Pakenjeng Garut, Ahmad Hidayat bin Saepudin, dinilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) terlalu ringan.

Maka dari itu, JPU memutuskan mengajukan upaya hukum banding terhadap Pengadilan Tinggi Jawa Barat.

Menurut Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Garut (Kejari) Ariyanto, upaya banding dilakukan karena JPU menilai hukuman yang di dapatkan terdakwa tidak sebanding dengan dampak dari perbuatannya yang telah menyebabkan korban trauma.

 "Selaku JPU, kami  telah melakukan penuntutan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), yaitu dengan tuntutan 13 tahun penjara bagi pelaku. Hal ini sesuai dengan Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak," katanya di Kejari Garut, Kamis (27/1/2022).

Namun demikian lanjut Ariyanto, pihaknya tetap menghormati apa yang telah menjadi keputusan majelis hakim tersebut.

"Dalam sidang pembacaan putusan majelis hakim yang dilaksanakan secara online kemarin, majelis hakim menjatuhkan hukuman 6 tahun 6 bulan kepada terdakwa. Itu memang sudah merupakan ranah dari pihak pengadilan dan kita tentu sangat menghormatinya," katanya.

Ariyanto menyampaikan, pengambilan keputusan untuk menempuh upaya hukum banding dilakukan, karena putusan hakim itu hanya setengahnya dari apa yang menjadi tuntutan JPU. Dimana JPU menuntut terpidana dengan hukuman 13 tahun penjara akan tetapi majelis hakim hanya menjatuhkan vonis 6 tahun 6 bulan.

"Bukti-bukti di persidangan telah membuktikan jika terdakwa memang telah melakukan aksi pencabulan terhadap korban. Ia sengaja masuk ke rumah korban kemudian mencium bahkan, sempat menyentuh alat vital korban," katanya.

Selain itu, tambah Aryanto, di persidangan juga diungkap jika perbuatan tak senonoh yang dilakukan terdakwa dilakukannya dua kali. Padahal terdakwa merupakan kepala desa dan juga masih ada ikatan keluarga dengan korban sehingga seharusnya Ia memberikan perlindungan.

"Yang sangat disesalkan lagi, kini korban mengalami trauma akibat dari perbutan tak senonoh yang dilakukan terdakwa. Ia pun selalu terlihat murung dan tak mau beraktivitas seperti biasanya," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar