JPU Kejari Garut Tuntut 3 Jenderal NII 5 Tahun Penjara

KBRN, Garut : Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Garut menuntut tiga Jendral NII yang membuat dan menyebarkan konten propaganda di You Tube.Pengacara ketiga terdakwa akan mengajukan pledoi di agenda sidang selanjutnya.

Ketiga Jenderal NII masing-masing Jajang Komara, Sodikin dan Ujer menjalani sidang lanjutan kasus tersebut di PN Garut, Kamis (12/5/2022).

Dalam sidang, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut ketiganya dengan hukuman yang berbeda.

Menurut Kasi Pidana Umim Kejari Garut Aryanto, Jajang dan Sodikin mendapat tuntutan hukuman yang lebih berat. Mereka dituntut JPU dengan hukuman penjara lima tahun.

 "Dan yang satunya, pak Ujar, karena memang di fakta persidangan yang bersangkutan itu hanya dipakai tempat atau rumahnya saja, itu kita tuntut dua tahun," ungkap Ariyanto.

Menanggapi tuntutan JPU tersebut, tim kuasa hukum akan mengajukan pembelaan. Pledoi akan disampaikan tim kuasa hukum pada agenda persidangan berikutnya yang akan digelar di PN Garut, Kamis (19/5/2022) mendatang.

"Pledoi. Meringankan lah, seringan-ringannya," kata kuasa hukum terdakwa, Dendy Firmansyah.

Menurut Dendi Firmansyah selaku tim kuasa hukum mengungkapkan, ada beberapa alasan yang melatarbelakangi majelis hakim untuk mempertimbangkan vonis ringan bagi para terdakwa. Salah satunya, karena para terdakwa melakukan tindakan diduga makar atas dasar ketidaktahuan mereka.

"Mereka juga tidak memiliki pengikut sama sekali. Ketika kami tanya salah satu  dari pak Kapolsek kemarin seingat kami mengatakan pak kapolseknya sendiri secara de facto belum ada korban yang terbaiat," ungkap Dendy.

Kuasa hukum lainnya, Rega Gunawan mengatakan, ketiganya layak untuk dihukum ringan di bawah tuntutan jaksa penuntut umum. Sebab, mereka disebut Rega sudah mengakui perbuatannya.

"Mereka juga sudah berikrar untuk kembali ke NKRI dan meminta maaf kepada masyarakat dan meminta maaf kepada bapak Presiden RI," ungkap Rega.

Sekadar diketahui, Jajang, Sodikin dan Ujer membuat heboh warga Garut dengan menyebar konten propaganda terkait NII di YouTube. Mereka mengunggah sekitar 57 video di akun YouTube mereka, Parkesit82.Mereka kemudian ditangkap polisi pada bulan Januari 2022 lalu. Setelah melalui serangkaian proses penyelidikan dan penyidikan, ketiganya kemudian mengikuti proses peradilan yang masih berlangsung hingga saat ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar