Polisi Buru Pencuri Kerbau

Polisi pasang police line di TKP pencurian kerbau di Arjasari Kabupaten Bandung.(Foto:Didi Maenaki/RRI).

KBRN, Arjasari : Polisi terus memburu pelaku pencurian kerbau dengan modus  membuang kepala, jeroan serta tulang dan hanya membawa dagingnya saja di Kampung Cimanis Desa Mangunjaya Arjasari Kabupaten Bandung.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo melalui Kapolsek Pameungpeuk Kompol Ivan Taufik memastikan, selain mendatangi TKP, pihaknya juga sudah meminta keterangan kepada sejumlah saksi.

" Kita sudah memeriksa sejumlah saksi, semoga ada titik terang dan pelakunya bisa kita tangkap," kata Ivan Taufik kepada RRI, saat bersama sejumlah anggota Polsek Pameungpeuk melakukan olah TKP, Jumat (13/5/2022).

Sebelumnya, Kamis (12/5/2022) pagi, warga Kampung Cimanis Desa Mangunjaya Arjasari, dihebohkan dengan aksi pencurian seekor kerbau betina milik Dadang (56).

Ironisnya, si pencuri hanya mengambil dagingnya saja dan membuang kepala, jeroan serta tulang belulang kerbau itu. Beberapa bagian tubuh kerbau itu ditemukan di Kampung Kiarapayung Banjaran Wetan atau sekitar tiga kilometer dari kandang kerbau.

Bersama sejumlah warga, Dadang pun langsung menguburkan bagian tubuh dan mengikhlaskan hewan kesayangannya itu.

Ditemui sejumlah wartawan di rumahnya, Dadang menuturkan setiap warga di Kampung Cimanis yang kehilangan kerbau enggan melapor ke polisi. Rata-rata, kata Ujang takut dikenakan biaya atau mendapatkan pelayanan yang lama.

Dirinya kata Dadang, hanya melapor ke RW dan selebihnya  menganggap kejadian itu sebagai musibah.

Tak hanya itu, sejak kehilangan kerbaunya tak ada satupun pihak Desa yang datang untuk mengecek atau bersimpati padanya.

"Gimana mau lapor, takut keluar uang. Jangankan lapor, pihak Desa nya aja gak ada yang datang berkunjung atau bersimpati aja. Kalau datang mah pengen lapor, yang dulu dulu juga sama gak lapor. Kita cuma lapor ke RW, pak RW nya malah ikut nyari," aku Dadang.

Kapolsek Pameungpeuk Kompol Ivan Taufiq memastikan pihaknya melakukan jemput bola sekaligus mengedukasi warga agar tidak takut lapor ke polisi jika kehilangan sesuatu atau menemukan tindak kejahatan di lingkungannya.

" Sebelumnya belum ada laporan ke kita dan kita jemput bola ke TKP, kemudian kita arahkan nanti membuat laporan polisi di Polresta Bandung. Kita akan antar ke Polresta membuat laporan dan akan ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polresta Bandung." imbuh Ivan Taufiq.

" Alasan warga atau saksi korban tidak melapor, yang bersangkutan mengikhlaskan apa yang terjadi kehilangan kerbaunya, dianggap musibah oleh korban," lanjut Kapolsek Pameungpeuk Kompol Ivan Taufiq.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar