Jadi Tersangka, Politisi PAN Subang Gagal Dilantik PAW Anggota DPRD

Satuan Reserse Dan Kriminal (Satreskrim) Polres Subang (Foto Ruslan Effendi/RRI)

KBRN, Subang :  Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Subang, Popon Supriatin ditahan Jajaran Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Subang. Karena di duga melakukan tindakan pidana pemalsuan ijazah.

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Subang Ipda Raka Dwi Darma membenarkan penahanan Politisi PAN, yang akan menjadi Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Subang tersebut, terkait kasus dugaan Ijazah Palsu Strata 1 STAI Yamisa Soreang Kabupaten Bandung, yang dimilikinya.

"Iya Benar, Unit Tipidter Satreskrim Polres Subang, sudah melakukan penahanan terhadap tersangka Popon Supriatin, dalam kasus dugaan Ijasah Palsu," ujar Ipda Raka kepada RRI di Subang, Sabtu (14/5/2022).

Kanit Tipidter menyebutkan,, tersangka Popon Supriatin, akan ditahan hingga 20 hari kedepan untuk proses penyidikan.

"Tersangka Popon Supriatin akan ditahan hingga 20 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan, kasus yang menjeratnya yakni, kasus dugaan Ijazah Palsu STAI Yamisa yang dimilikinya," tutupnya.

Sementara itu kasus dugaan Ijazah Palsu Popon Supriatin tersebut, sebelumnya dilaporkan oleh Sri Rahayu Sugiharti, yang merupakan sesama kader DPD PAN Kabupaten Subang.

Sri Rahayu Sugiharti, melalui Pengacaranya Enden Septiana, berterima kasih kepada penegak hukum, khususnya unit Tipidter Satreskrim Polres Subang, yang sudah menegakan supremasi hukum.

"Langkah hukum yang dilakukan oleh Polres Subang telah sesuai dengan aturan hukum," ucap Enden Septiana.

Enden menyatakan, penegakan hukum yang dilakukan oleh Polres Subang, sudah sangat berkeadilan dalam menegakan kasus hukum dugaan Ijazah palsu, dengan tersangka Popon Supriatin. 

"Polres Subang sudah tegas, dalam menegakan hukum, dan tidak pandang bulu, termasuk terhadap politikus PAN Subang Popon Supriatin," imbuhnya.

"Popon Supriatin juga terjerat kasus penipuan, dan sudah divonis oleh Pengadilan Negeri Subang sebulan lalu dengan hukuman 5 bulan penjara, atau 10 bulan masa percobaan," pungkas Enden.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar